fajarnews

Pusat Pengendalian Operasional PT KAI Daop 3 Terbakar

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 09:25 WIB

Hasan Hidayat
Petugas pemadam kebakaran sedang mengontrol dan memastikan titik api telah benar-benar padam.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Sejumlah pegawai mendadak panik saat Kantor Pusat Pengendalian Operasional (PPO) PT Kereta Api Daerah Operasi (PT KAI Daop) 3 Cirebon, di Jalan Inspeksi No.53, Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon,  terbakar, Senin (15/5) sekitar pukul 19.10 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun fajarnews.com menyebutkan, asap tebal dan api tiba-tiba terlihat dari bagunan atas kantor PPO tersebut. Beruntung api segera dapat dikendalikan sehingga kebakaran tidak merambat ke seluruh bangunan. Kantor PPO sangat vital karena merupakan pengendali jalur kereta yang melewati stasiun Kejaksan.

Humas PT. KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiantoro mengatakan, pusat percikan api diduga berada di atap bagian luar dekat ruang server kantor pengendalian kereta api tersebut.

"Pengendalian kereta api tidak mengalami gangguan, aman, karena di ruang pengendali sendiri dipantau ruang deteksi, mikik panel semuanya aman, terbukti perjalanan kereta api tetap berjalan dengan baik," kata Kris kepada awak media, sesaat setelah pemadaman selesai.

Dijelaskan Kris, kebakaran terjadi pada 19.10 WIB dan dapat dipadamkan petugas Damkar yang dibantu pegawai PT KAI pukul 19.25 WIB. Dikatakannya, dugaan sementara kebakaran itu dipicu korsleting listrik.

"Yang terdapat kerusakan hanya di atap bagian luar, percisnya di luar ruangan tidak di dalamnya. Luar dekat ruang server," kata Kris.

Kris memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Ia memperkirakan, kerugiam akibat kebakaran itu sedikitnya mencapai Rp 10 juta, karena terdapat atap rusak sekitar lima meter begitu juga dengan tulangan besi di bagian yang terbakar tersebut.

Sementara, Koordinator Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon yang bertugas memadamkan api, Akhirudin mengatakan, api dan asap berasal dari panel listrik. Ia mengaku cukup mengalami terkendala saat memadamkan api, karena tidak boleh terlalu banyak menyiriam air ke panel listrik tersebut.

"Pemadaman tetap pakai air, tetapi kita tidak buang-buang air, langsung ke titik api," kata Akhirudin.

Menurutnya, terjadi titik api itu disebabkan ada kayu keropos di bagian atap, ditambah panas arus pendek listrik. Diduga percikan api yang timbul akibat arus pendek listrik membakar kayu keropos tersebut.

"Kami menurunkan 24 petugas pemadam, dengan empat mobil pemadam dikerahkan. Alhamdulillah tidak ada kendala," pungkasnya. (Hasan Hidayat)

 

 

Loading Komentar....
loading...