fajarnews

Kasus Bupati Sunjaya Belum Naik ke Penyidikan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 01:44 WIB

Hasan Hidayat
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid memberikan penjelasan kepada awak media di Mako Polres Ciko terkait kasus Bupati Sunjaya Purwadisastra yang dilaporkan Kuasa Hukum Elly Indriyanti atas dugaan kasus penipuan.*

Fajarnews.com, CIREBON- Kepolisian Resort Cirebon Kota (Polres Ciko) masih belum menaikkan status kasus dugaan penipuan yang dilakukan Bupati Cirebon, H. Sunjaya Purwadisastra terhadap seorang perempuan bernama Elly Indriyanti, dari penyelidikan ke tahap penyidikan. 

Hal itu dikemukakan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, seusai gelar perkara sejumlah kasus di Mako Polres Ciko, Senin (15/5).

“Dari pihak pelapor belum bisa memberikan bukti-bukti kepada pihak kepolisian, sehingga sampai saat ini polisi belum bisa menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan,” kata Adi, terkait perkembangan kasus dugaan penipuan Sunjaya, sebagaimana dilaporkan Elly beserta kuasa hukumnya ke pihaknya.

Adi menegaskan, kalau sampai waktu tertentu pihak pelapor tidak dapat memberikan bukti-bukti kepada penyidik, kasus tersebut akan dihentikan.

Namun ia belum dapat menyebutkan, kapan batas waktu yang diberikan kepada pelapor untuk menyerahkan bukti-bukti yang dimaksud tersebut.

“Yang jelas tidak sampai setahun, karena ada proses, ada ketentuan perkara ringan, sedang dan sulit. Itu ada ketentuannya,” terangnya.

Menurut Adi, perkara yang menyeret nama Bupati Cirebon tersebut, termasuk dalam kategori perkara sedang. Namun, lanjutnya, bisa saja menjadi perkara sulit kalau memang ada bukti-bukti yang terpenuhi. Jadi, menurutnya, bukan berdasarkan ringan, sedang dan sulitnya perkara, tetapi dapat dilihat ini perkara atensi atau bukan.

“Kenapa perkara atensi, karena yang dilaporkan adalah pejabat publik, atensinya bukan dari sulitnya perkara tersebut, tapi dari siapa yang terlibat dalam perkara tersebut,” kata Adi.

Ia berharap, dalam satu bulan kedepan, perkara tersebut sudah dapat diselesaikan. “Mudah-mudahan sebelum Lebaran bisa selesai, apakah nanti kita naikkan ke tahap penyidikan, atau dihentikan di tahap penyelidikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya seorang perempuan bernama Elly Indriyanti, yang beralamat di Blok Sigobang RT 05 RW 01 Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan pada 23 Maret 2017 lalu membuat laporan ke Polres Cirebon Kota.

Dalam surat penerimaan laporan bernomor STPL/304/III/2017/JBR/Cirebon Kota tersebut, Elly melaporkan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra atas dugaan penipuan.

Hal itu diungkapkan perwakilan LBH GNPK dan juga Kuasa Hukum Elly Indriyanti, Yudia Alamsyach dalam konferensi pers yang dilakukan di Coffe Shop Keraton Kasepuhan, Rabu (29/3) silam.  

Menurut Yudia, kasus itu bermula saat kliennya dengan ditemani ayahnya, Juladi, mendatangi mendatangi Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra di Pendopo Kabupaten Cirebon, untuk menagih janji sang bupati yang akan menjadikan Elly sebagai PNS di Kabupaten Cirebon. Elly dan Juladi merupakan tim sukses Sunjaya saat masa pilkada 2013 silam.

Namun saat itu Sunjaya justru menawarkan agar Elly tidak usah jadi PNS, namun menjadi istri sirinya saja. Sunjaya, lanjut Yudia, menjanjikan akan membelikan rumah, mobil dan uang belanja Rp 10 juta per bulan, jika Elly bersedia menjadi istri sirinya.

 “Sudah daripada bekerja, lebih baik nikah siri saja dengan saya,” ucap Yudia, menirukan ucapan Sunjaya saat itu, sebagaimana dituturkan Elly.

Akhirnya, lanjut Yudia, pernikahan pun digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon yang beralamat di Jalan Kartini No 1 Kota Cirebon. Pernikahan dilakukan pada September 2014, dengan Juladi sebagai wali dan seorang kiai, sebagai saksi.

“Tetapi janji rumah pribadi, mobil dan uang jaminan hidup tak kunjung direalisasikan. Bahkan Januari 2015 lalu terlapor, justru menelepon dan memberikan talak satu untuk jangka waktu tiga bulan dan setelahnya akan disambung kembali. Sejak itu tidak ada komunikasi lagi dengan pihak pelapor,” kata Yudi.

Menurut Yudi, selain tidak diberi apa-apa, kliennya bahkan dijadikan seolah-olah sebagai pembantu di rumah dinas bupati. Karena merasa tertipu, Elly pun melaporkan kasus itu ke Polres Cirebon Kota.

"Klien kami sudah melaporkan tindak pidana penipuan tersebut kepada Polres Cirebon Kota pada tanggal 23 Maret 2017," jelas Yudia. (Hasan Hidayat)

Loading Komentar....
loading...