fajarnews

Tokoh dan Pengusaha Bahas Ekonomi Cirebon

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 12:00 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Para tokoh dan pengusaha Cirebon melakukan pertemuan di kantor Bank bjb Cabang Cirebon, Senin (15/5). Pertemuan tersebut merupakan salahsatu agenda jangka panjang untuk meningkatkan pembangunan dan ekonomi masyarakat Cirebon.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan Koperasi Mandiri Indonesia Madani atau “MIM”, dihadiri Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat selaku pembina koperasi "MIM". dr. H Asad, Sp. THT-KL, sebagai Ketua Koperasi Konsumsi "MIM" dan wakilnya, Prof. Dr. H. Adang Djumhur, MA, dan Abdul Madjid Ikram.

Pertemuan juga dihadiri perwakilan Bank Jabar, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon, Yuyun Wahyu Kurnia, tokoh pengusaha Cirebon Ir. Sunoto. Kemudian Budi Rahardjo, anggota DPRD Jawa Barat, praktisi dan akademisi, Prof. Cecep Sumarna dan tamu undangan pengusaha Cirebon.

Dalam sambutannya perwakilan Bank bjb, Sujana, mengatakan, acara ini merupakan kegiatan yang menginspirasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berbasis forum bisnis madani.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kita dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan. Selain itu, kita juga dapat mensejahterakan masyarakat kecil Cirebon dan sekitarnya,” jelas Sujana di Kantor BJB Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

Sementara itu Ketua Koperasi "MIM", dr. Asad memaparkan tentang gambaran bahwa negara kita memiliki nilai-nilai budaya yang sangat tinggi untuk membangun kebersamaan, baik itu nilai Islam atau nilai budaya yang ada.

“Kita sekarang cenderung orang itu jalan masing-masing terjebak zona nyaman. Padahal zona nyaman ini  ancaman, ketika sodara-sodara kita dalam garis kemiskinan,” kata Asad.

Di tempat yang sama, Ir Sunoto, memberikan dukungan penuh atas agenda forum bisnis warga. Ia menjelaskan bahwa distribution Center (DC) yang diagendakan forum bisnis warga merupakan aktifitas bisnis sangat luar biasa.

“Suatu bisnis yang dibangun adalah sistem. Dengan membangun sistem harus memiliki 6 kriteria seperti komprehensif, Integratif, professional, proporsional, produktif, dan longterm (abadi),” ujarnya.

Sedangkan Sultan Sepu Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, menjelaskan, koperasi MIM yang dibinanya sudah berjalan. Tinggal mendirikan PT sebagai Distribusi Centernya yang mendistribusikan ke minimarket-minimarket yang dikelola masyarakat di wilayah Cirebon.

“Dalam perkembangan ekonomi saat ini, masyarakat dapat menikmati perkembangan ekonomi yang ada. Kita memfasilitasi mereka dengan mendirikan koperasi dan distribusi center,” ujar Sultan Sepuh XIV. (Hasan Hidayat)

Loading Komentar....
loading...