fajarnews

Dua dari Tiga Pembegal Anggota TNI Ditembak

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 07:35 WIB

Agus Sugianto
Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki menunjukkan barang bukti hasil aksi pembegalan terhadap anggota TNI AU.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Dua dari tiga pelaku pembegalan anggota Kopaskhas TNI AU yang di bacok bagian tangan dan kakinya dengan mengunakan samurai di Jalan Raya Baru, Desa Lewigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu ditembak oleh polisi.

Kedua pelaku yang ditembak tersebut yakni ALY Alias Aril (31) warga Desa Dukuhjati, Blok Margunah, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu dan SAR Alias Jepri (30) warga Desa Dukuhjati, Blok Panggang, Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.

Keduanya dilumpuhkan di bagian kaki kirinya dengan menggunakan timah panas karena mencoba melarikan diri, sedangkan pelaku Mas (19)  warga Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng berhasil diamankan di kediamannya tanpa ada perlawanan.

“Ketiga pelaku ini terbukti telah melakukan  tindakan kejahatan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Pratu Muhamad Irfan (26) warga Desa Wanarejan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang yang merupakan Anggota Kopaskhas TNI AU Bogor,” ungkap Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dadang Sudiantoro dan Kasubag Humas AKP Heriyadi, Senin (15/5).

Para pelaku ini, kata kapolres, dalam askinya memepet korban saat melintasi Jalan Raya Baru Desa Lewigede Kecamatan Widasari dengan menggunakan kendaran yamaha Vixion.

Korban yang mengetahui dipepet  kemudian mempertahankan sepeda motor yang dinaikinya yakni Kawasaki Ninja. Karena korban melawan, kemudian pelaku menyabetkaan senjata tajam ke tubuh korban sehingga korban mengalami luka di bagian tangan dan kakinya.

“Keseluruhan pelaku ada 6 namun kita sudah dapat 3 orang dan tiga lainnya masih DPO. Jadi pada saat dilakukan penangkapan tersangka melarikan sehingga kita lakukan tindakan tegas namun terukur,” terangnya.

Dikatakannya, ketiga pelaku ini berhasil ditangkap dari tempat persembunyianya masing masing setelah berhasil melarikan diri ke Ibu Kota Jakarta.

Sementara itu, kata Eko, selain mengamankan ketiga pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan sebagai alat untuk melakukan aksi kejahatan di antaranya adalah Sepeda Motor Vixion  tanpa plat nomor dan  hanphone Samsung serta  sepeda motor merek Kawasaki Ninja RR dengan nopol D 5803 UAT.

“Dua pelaku kami kenakan pasal 365 KUHPidana dengan hukuman penjara selama sembilan tahun, sedangkan pelaku Mas kami kenakan pasal 480 KUHpidana dengan hukuman penjara selama empat tahun,” pungkasnya. (Agus Sugianto)

 

Loading Komentar....
loading...