fajarnews

Waspada! Pasar Tradisional Rawan Peredaran Upal

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 10:45 WIB

Ali Al Faruq
Deputi Kantor Perwakilan (KPw)Bank Indonesia Cirebon, Rawindra Ardiansyah saat menjelaskan antisipasi beredarnya uang palsu jelang Ramadhan.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Menjelang Ramadahan, Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi antisipasi peredaran uang palsu dengan melakukan kas keliling. Hal tersebut disampaikan Deputi Kantor Perwakilan (KPw)Bank Indonesia Cirebon, Rawindra Ardiansyah kepada sejumlah wartawan, Minggu (14/5).

Pada Ramadhan, menurut Rawindra, peredaran uang palsu (upal) selalu terjadi dan meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, ia menyebutkan, perlu adanya sosialisasi dan kas keliling sehingga masyarakat bisa membedakan mana yang asli dan yang palsu.

“Yang akan kita lakukan dengan mengedarkan uang layak edar yaitu uang baru emisi 2016 lalu. Sebab kita sadari menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak uang beredar, takutnya disitu ada uang palsu yang harus diwaspadai sehingga masyarakat terhindar dari kerugian,” kata Rawindra.

Dijelaskannya, ada tiga hal yang mendasar mengetahui ciri keaslian uang, diantaranya dengan 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih cermat dan mewaspadai peredaran uang palsu khususnya bagi pedagang di pasar tradisional.

“Sejauh ini, BI lebih aktif dan proaktif lagi untuk melakukan sosialisasi dan turun langsung ke pasar tradisional di wilayah III Cirebon. Selain dari BI, kami juga bermitra dengan para pedagang, pihak kepolisian guna memonitor kalau ada uang palsu di pasar. Karena pasar itu termasuk tempat rawan untuk pengedaran uang palsu,” kata Rawindra. (Ali)

Loading Komentar....
loading...