fajarnews

BNN Bekuk Satu Pengedar Sabu, Satu Lagi Masih Buron

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 07:55 WIB

Ali Al Faruq
Kepala BNNK Kuningan Edi Haryadi saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan terkait penangkapan penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 1,07 gram.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Jajaran Tim Brantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan berhasil menangkap seorang yang diduga menyalahgunakan narkoba karena didapati menyimpan, membawa dan memiliki narkotika jenis sabu dengan berat 1, 07 gram.

Penangkapan yang dilakukan jajaran BNN itu berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Cigugur.

Saat dilakukan penyelidikan, jajaran BNN berhasil melacak keberadaan pelaku dan berhasil ditangkap di depan warung Jalan Raya Desa Gunung Keling, Kecamatan Cigugur.

Pelaku yang ditangkap berinisial SM (26), warga Dusun Wage RT 022/RW 006 Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana. Saat digeledah, petugas berhasil menemukan satu paket narkotika jenis sabu disimpan dalam plastik bening yang tersimpan dalam bungkus rokok di saku jaket sebelah kanan yang dikenakan pelaku.

Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Edi Heryadi saat menggelar jumpa pers menjelaskan, pelaku ditangkap pada Selasa (9/5) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB, namun karena masih pengembangan tidak langsung disampaikan ke publik.

Disebutkannya, selain menetapkan satu orang tersangka, pihaknya juga menetapkan satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berinisial IH.

“Kita baru menangkap seorang tersangka berinisial SM yang didapati membawa narkotika jenis sabu dengan berat 1,07 gram. Satu orang lagi kita tetapkan sebagai DPO setelah pengembangan dari kasus SM,” kata Edi.

Lanjut Edi, tersangka SM sudah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif, sehingga tersangka diindikasikan sebagai penjual barang haram tersebut. Maka atas perbuatannya,  tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk tersangka dijerat hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun,” pungkas Edi. (Ali)

 

Loading Komentar....
loading...