fajarnews

Pengambilan Gambar Caruban Carnival Dibatasi, Wartawan Kecewa

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 09:10 WIB

Irgun
Seorang peserta Caruban Carnival bertajuk Cirebon Heritage Magnificent of Paksi Nagaliman 2017 melenggang dari panggung utama yang jaraknya jauh dari titik wartawan mengambil gambar, Minggu (14/5).*

Fajarnews.com, CIREBON- Kemeriahan Caruban Carnival bertajuk Cirebon Heritage Magnificent of Paksi Nagaliman 2017, menyisakan kekecewaan bagi para awak media cetak dan elektronik, Minggu (14/5).

Para pewarta mengeluhkan jauhnya jarak tempat liputan (pengambilan gambar) yang disediakan panitia, dengan panggung utama. Jarak panggung liputan dengan panggung utama sekitar 100 meter.

Hal itu menyebabkan, para awak media kesulitan untuk mengambil gambar terbaik, termasuk saat ingin mancatat isi sambutan yang disampaikan panitia pelaksana dan Bupati Cirebon, H. Sunjaya Purwadisastra.

Akibatnya, sangat sedikit para wartawan yang mencatat tujuan pelaksanaan puncak acara Hari Jadi ke 535 Kabupaten Cirebon tersebut. Para awak media juga kesulitan mengambil angle gambar yang berbeda karena hanya dibolehkan mengambil dari panggung (titik) yang sama.

Seorang wartawan televisi lokal Cirebon, mengaku kesulitan mengambil momen terbaik acara tersebut. Ia juga hanya bisa merekam peserta karnaval yang mendekat ke kerumunan wartawan, sementara hal-hal lainnya sulit untuk didapat. 

“Yang penting saya dapat gambar para peserta karnavalnya saja. Soal tujuan pelaksanaannya, itu soal nanti,” kata pri yang enggan disebut namanya, sambil merekam setiap langkah para peserta karnaval.

Ia mengaku tidak paham dengan maksud panitia menempatkan para awak media jauh dari panggung utama. Padaha menurutnya, harusnya panitia menempatkan panggung liputan lebih dekat ke panggung utama dan panggung bupati.

“Kalau jauh begini ya kasihan wartawannya. Padahal di antara kami ada wartawan media nasional yang datang jauh-jauh dari Jakarta, hanya untuk meliput acara ini,” tambahnya.

Seorang wartawan nasional, M Wijaya menungkapkan, dirinya merasa kesulitan mengabadikan agenda rutin setahun sekali itu. Ia hanya bisa mengambil gambar perserta karnaval apa adanya saat mereka mendekat ke arah kerumunan wartawan depan panggung liputan.

“Saya tidak mendengar secara jelas isi pidato yang mereka sampaikan. Jarak ke panggung utama terlalu jauh. Mungkin hal ini juga sama dengan rekan-rekan wartawan lainnya,” ucapnya.

Acara Cirebon Heritage Magnificent of Paksi Nagaliman yang berlangsung di Jalan Tuparev itu, diikuti puluhan peserta. Sedikitnya 46 peserta yang terdiri dari dua katagori yaitu katagori sekolah dan katagori umum ikut berpartisipasi.

Adajuga peserta dari luar Cirebon, seperti dari Semarang dan Kepulauan Riau. Turut ditampilkan pula para juara fesyen, tari topeng topeng dan juga pagelaran drumband dari Gita Abdi Negara Kabupaten Cirebon.

Mereka menyusuri sepanjang Jalan Tuparev mulai dari panggung utama hingga panggung liputan wartawan berjarak sekira 100 meter. Ribuan penonton berdesakan menikmati acara puncak Hari Jadi Kabupaten Cirebon tersebut.

Terik matahari tidak membuat para penoton beranjak dari tempatnya. Mereka terlihat mengagumi setiap langkah para peserta berdesain baju serpihan Paksi Nagaliman. Acara yang menutup jalur Jalan Tuparev itu berakhir di Komplek Kagum, samping Apita Hotel. (Irgun)

 

Loading Komentar....
loading...