fajarnews

Mulai 1 Juni, Nilai Santunan Jasa Raharja Naik 100 Persen

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 07:15 WIB

Andriyana
Kepala Perwakilan Kantor Jasa Raharja Cirebon, Sugito (sebelah kiri) bersama Sekretaris Organda Cirebon, Karsono (tengah).*

Fajarnews.com, CIREBON- Terhitung mulai 1 Juni 2017 mendatang, nilai santunan Jasa Raharja terhadap korban kecelakaan lalu lintas naik 100 persen. Kepala Jasa Raharja Cirebon, Sugito mengatakan, kebijakan kenaikan santunan itu tertuang dalam Perturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017.

“Dengan PMK Nomor 15 dan 16 Tahun 2017, yang tadinya santunan meninggal dunia Rp20 juta menjadi Rp50 juta. Untuk biaya perawatan yang tadinya Rp10 juta jadi Rp20 juta. Untuk P3K dan ambulan jadi Rp1,5 juta dari yang sebelumnya hanya Rp250 ribu. Dan biaya penguburan yang tadinya hanya Rp2 juta, sekarang jadi Rp4 juta dkhususkan bagi korban kecelakaan meninggal dunia yang tidak mempunyai hali waris. Kenaikannya seratus persen,” jelas Sugito kepada fajarnews.com, Minggu (14/5).

PMK Nomor 15/PMK.010/2017 tersebut mengatur tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara. Sedangkan PMK Nomor 16/PMK.010/2017 mengatur tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Lebih lanjut dikatakan Sugito, kenaikan nilai santunan itu tidak diikuti kenaikan besaran iuran wajib. Artinya, untuk premi, kata dia nilai iurannya masih tetap.

“Kemudian untuk korban kecelakaan luka-luka tidak perlu lagi korban atau keluarga korban mengeluarkan biaya. Sebab kami sudah bekerjasama dengan semua rumah sakit di wilayah III Ciebon baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Disaat korban kecelakaan luka-luka masuk rumah sakit menjalani perawatan, disitulah jasa raharja akan menerbitkan surat jaminannya,” tukasnya.

Terbitnya kebijakan kenaikan santunan ini, menurutnya, karena nilai santunan untuk korban meninggal dunia maupun santunan korban kecelakaan lalu lintas lainnya selama ini dipandang kurang memadai.

“Karena kurang memadai akhirnya pemerintah memandang perlu untuk menaikan santunan ini,” ungkap Sugito, yang mengatakan pihaknya tengah mulai mensosialisasikan kebijakan baru PMK ini.

Kantor Perwakilan Jasa Raharja Cirebon mencatat total klaim santunan yang diberikan sepanjang tahun 2016 lalu mencapai Rp37,5 miliar. Dan di tahun 2017 ini, sampai dengan periode April tercatat nilai santunan yang telah dibayarkan mencapai Rp7,5 miliar. “Rata-rata kecepatan khusus meninggal dunia adalah satu sampai dua hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Cirebon, Karsono menyambut baik kebijakan kenaikan santunan Jasa Raharja ini.  

“Saya dari organisasi pengusaha angkutan darat tentunya menyambut baik. Kami dari Organda sudah pernah mengusulkan di beberapa acara rapat dengan Jasa Raharja maupun Kementerian Perhubungan. Ini saya kira respon yang positif dari pemerintah lewat Menkeu. Dan Jasa Raharja tentunya sudah memberikan kalkulasi ekonomi. Dengan premi yang tetap, tidak dinaikan, tapi santunannya kepada masyarakat naik,” ungkap Karsono yang juga menjabat sebagai Manager Business Development PT Bhinneka Sangkuriang Transport. (Andriyana)

Loading Komentar....
loading...