fajarnews

Ruang Lab SMPN 4 Gantar Indramayu Dibobol Maling

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 07:35 WIB

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- SMPN 4 Gantar yang terletak di Blok Bantarhuni, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu dibobol kawanan maling. Akibat peristiwa ini, pihak sekolah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat kehilangan sejumlah perangkat elektronik serta uang tunai.

Keterangan yang diperoleh fajarnews.com, Minggu (14/5) menyebutkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Shalehudin (17), salah satu warga setempat. Awalnya saat sedang bermain di sekitar lapangan upacara, Shalehudin tiba tiba saja melihat seekor ular.

Ia kemudian mengejar ular tersebut hingga melintasi ruang laboratorium sekolah. Bersamaan dengan itu, ia pun melihat ruang laboratorium yang kondisinya berantakan, begitu juga ruang lobi sekolah.

Ia pun memanggil temannya yang bernama Rama, Koko dan Egu. Mereka selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada penjaga sekolah. Dan kemudian teman Shalehudin yang bernama Rama menelepon orang tuanya yang bekerja sebagai penjaga sekolah Heri (45).

Menerima kabar dari anaknya, Heri kemudian langsung mendatangi sekolah untuk mengecek kebenarannya. Setelah sampai di sekolah ternyata kabtr yang disampaikan anaknya tersebut benar jika di sekolah telah terjadi pencurian.

Lalu Heri menelpon kepala sekolah guna memberitahukan kejadian pencurian. Kemudian setelah dilakukan pengecekan, pihak sekolah kehilangan beberapa perangkat elektronik dan komputer serta uang infak. Bahkan kawanan pencuri ini juga mencuri seekor burung kacer yang tergantung di salah satu ruang sekolah. Akhirnya peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas di Mapolsek Gantar.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki melalui melalui Kasubag Humas Ajun Komisaris Heriyadi membenarkan adanya kejadian itu.

Sementara dari hasil pemeriksaan dan pengecekan diketahui sejumlah perangkat sekolah seperti sembilan unit monitor, delapan unit N computing merk N-Vidia, satu unit laptop merk Acer 14" warna biru, satu unit notenook 11" merk VAIO warna merah, satu unit proyektor merk Infocus warna hitam, satu unit CPU server warna hitam, satu ekor burung kacer dan uang infak sekitar Rp. 200.000,00 telah hilang.

"Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut  dengan meminta keterangan saksi-saksi guna untuk mendalami kasus pembobolan sekolah tersebut, sementara akibat kejadian ini pihak sekolah menderita kerugian lebih dari Rp 65 juta,” pungkasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...