fajarnews

Diserbu Warga, Sembako Pasar Murah Ludes Terjual

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 10:45 WIB

Ali Al Faruq
Foto bersama, Bupati Kuningan bersama pihak swasta dan BUMN yang bekerjsama dalam kegiatan pasar murahdi arena Car Free Day, Minggu (14/5).*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Pasar Murah di arena Car Free Day (CFD) yang digagas Bagian Perekonomian Setda Kuningan diserbu warga. Dalam waktu singkat sebagian kebutuhan bahan pokok langsung ludes terjual.

Pasar murah yang dibuka Bupati Kuningan H. Acep Purnama di Taman Pandapa atau tepat di seberang Pendopo Kuningan itu, menjadi pusat perhatian warga yang sedang melakukan aktifitas setiap hari Minggu yaitu berolahraga di jalan bebas kendaraan.

Pantauan fajarnews.com, terlihat banyak ibu-ibu rumah tangga yang memang sudah menunggu hanya untuk membeli bahan pokok (sembako) yang dijual di pasar murah itu. Dengan berbekal kantong plastik, mereka bersiap memborong sembako. Yang menarik, usai memborong sembako tak sedikit dari mereka meminta berfoto bersama dengan Bupati Kuningan H. Acep Purnama.

Seperti diungkapkan Ibu Rina (35), warga  Kelurahan Awirarangan. Menurutnya, dengan adanya pasar murah di hari Minggu di arena Car Free Day sejak pukul 06.00-09.00 WIB ini sangat membantu. Baginya, harga yang dijual di pasar murah sangat terjangkau meskipun masih belum lengkap bahan-bahan lainnya.

“Mudah-mudahan terus berjalan dan kedepan bisa lebih lengkap lagi dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, apalagi untuk menjelang Ramadahan. Pastinya kebutuhan pelengkap lainnya harus dipersiapkan,” kata Rina.

Sementara itu, Kabag Perekonomi Setda Kuningan, U. Kusmana mengatakan, harga bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat akhir-akhir ini sulit diprediksi, hal itu disebabkan berbagai faktor diantaranya dampak anomali cuaca, permainan para tengkulak dan faktor-faktor lainnya.

“Pasar murah Car Free Day akan diselenggarakan setiap Minggu pagi mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Ini merupakan bentuk kepedulian Pak Bupati terhadap masyarakat dan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarkat dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya,” kata Uu.

Dikatakannya, dalam pelaksanaannya tidak menggunakan APBD Kabupaten Kuningan akan tetapi hasil kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak swasta maupun BUMN.

“Alhamdulilah, kita kerjasama dengan BI wilayah Cirebon, Perum Bulog Sub Drive Cirebon, Bank BJB Cabang Kuningan, PT. Pertamina serta Hiswana Migas wilayah III Cirebon,” kata Uu.

Adapun bahan-bahan kebutuhan Pokok yang diperjualkan pada pasar murah kali ini, lanjut Uu, yaitu beras premium kemasan 1 kg dengan harga Rp 8.800, beras medium kemasan 1 kg Rp 7.900, telur ayam 1 kg Rp 18.000, daging sapi 1 kg Rp 85.000, minyak goreng kemasan 1 kg Rp 12.500, gula pasir 1 kg Rp 12.200, gas LPG 3 kg Rp 15.100, gas LPG 5,5 kg Rp 63.000, gas LPG 12 kg Rp 131.000 dan Bihun 1 dus Rp 50.000.

“Kami berharap dengan adanya pasar murah Car Free Day ini dapat membantu masyarakat dalam memperoleh komoditas kebutuhan dan barang strategis lainnya, dengan harga yang murah dan kualitas yang lebih baik,” kata Uu.

Sementara, Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengatakan, menjelang bulan puasa kegiatan pasar murah sangat efektif dalam upaya menekan kenaikan harga bahan pokok.

Disebutkannya, dengan adanya kegiatan pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperoleh bahan-bahan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dengan kualitas baik.

“Dengan berbagai pertimbangan, kita melakukan keseimbangan harga. Mudah-mudahan masyarakat Kuningan berkewajiban membangun keseimbangan terkait dengan pengaturan harga yang kadang-kadang naik turun,” kata Acep.

Pasar murah tersebut, bagi Acep bukan untuk menghalangi orang atau melakukan persaingan pasar terutama pasar tradisional, akan tetapi untuk membangun keseimbangan dan kestabilan harga. Mengingat pemerintah pusat juga telah mengatur mekanisme penetapan harga beberapa kebutuhan pokok yang ada.

“Kita tidak mungkin banting-banting harga, kita juga harus berbagi dan mampu membuat kebijakan-kebijakan yang merata dan seadil-adilnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” kata Acep. (Ali)

Loading Komentar....
loading...