fajarnews

Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu Diusulkan jadi Cagub dari PKS

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 08:25 WIB

Irgun
Netty Heryawan (kanan), salah seorang yang diusulkan masuk bursa Calon Gubernur Jawa Barat dari PKS. Istri Gubernur Jabar ini akan bersaing dengan Ahmad Syaikhu untuk mendapatkan rekomendasi DPP PKS.*

Fajarnews.com, BANDUNG- DPW PKS Jawa Barat mengusulkan dua nama dari internal untuk diusung dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPW PKS Jabar Ridho Budiman mengatakan, dua nama tersebut merupakan hasil Pemira (Pemilihan Raya) di internal partai beberapa waktu lalu.

 "Di PKS Pemira merupakan tradisi untuk mendapatkan kandidat yang dianggap layak memimpin," tutur Ridho, Sabtu (13/5).

Dia menjelaskan, pada awalnya dalam Pemira muncul 10 nama dari kader terbaik, selain itu terdapat dua nama lain dari eksternal yakni Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil.

Pada awalnya sosok Deddy Mizwar mendapat dukungan kuat, namun Wagub Jabar tersebut mendapat dukungan dari Gerindra yang hampir dipastikan akan berkoalisi dengan PKS, sehingga partai yang telah menginjak usia 19 tahun tersebut menyiapkan pendamping dari internal.

"Dari 10 nama tersebut mengerucut menjadi tiga nama, Tate Qomarudin, Netty Heryawan, dan Ahmad Syaikhu," ungkapnya.

Saat ini DPW PKS telah mengerucutkan menjadi dua nama. Keduanya akan diserahkan ke DPP untuk digodok kembali sebelum diputuskan untuk diusung. "Sekarang tinggal Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu," ungkapnya.

Ridho melanjutkan pengumuman hasil Pemira memang molor beberapa bulan, hal tersebut dikarenakan DPP PKS beberapa bulan ke belakang sedang memusatkan konsentrasi untuk memenangkan Pilgub DKI di putaran pertama dan kedua.

DPW PKS Jawa Barat menargetkan kemenangan besar dalam pilkada serentak 2018 mendatang. "Kita mempunyai target hattrick di Pilgub Jabar dan 60 persen kemenangan di 16 kota/kabupaten," tutur Ridho.

Menurutnya, kemenangan ditargetkan di daerah yang mempunyai incumbent dari PKS seperti Kota Bandung dan Kabupaten Garut. Salah satu strategi yang diterapkan untuk mencapai target kata Ridho adalah berkoalisi dengan partai lain untuk menghimpun kekuatan.

"Untuk Jawa Barat sudah banyak berkomunikasi dengan berbagai partai dan yang intensif dengan Gerindra," katanya.

Koalisi dengan Gerindra, kata Ridho, dimungkinkan banyak terjadi di Jawa Barat mengingat kedua partai tersebut sudah ada kesepahaman.

"Ada kesepahaman di daerah yang memungkinkan berkoalisi akan berkoalisi, tapi tidak menutup pintu dengan partai lain karena  realitas politik sangat berbeda," ujarnya.

"Penggodokan nama perlu pemikiran matang karena kami menargetkan menang di Jabar, makanya pengumumannya agak membutuhkan waktu lama," katanya. (Irgun)

Loading Komentar....
loading...