fajarnews

Azis: Kunker ke Batam Lanjut Singapura Hanya Tawaran EO

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 13 Mei 2017 | 07:15 WIB

Hasan Hidayat
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis saat memberi konfirmasi terkait kunker ke Batam.*

Fajarnews.com, CIREBON- Viralnya rundown acara atau jadwal acara di grup media sosial (medsos) mengenai  agenda Kunjungan Kerja (kunker) Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) ke Batam yang dilanjutkan menyebrang ke Singapura pada 18-21 Mei 2017 mendatang membuat publik bertanya-tanya.

Pertanyaan publik yang beredar di medsos tersebut apa agenda tersebut benar-benar kunker atau plesiran, karena dalam rundown diketahui durasi kunjungan kerja tidak mencapai dua jam namun berlanjut menyebrang ke Singapura.

Menanggapi hal tersebut, Kapala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang-Linmas) Tata Kurniasasmita mengatakan, Kebangpolinmas bekerjasama antar instansi vertikal dengan mengagendakan kunjungan ke Batam.

Dikatakannya, dalam setiap kunjungan kerja tentunya melibatkan pihak lain yakni event organizer (EO) untuk mengatur waktu dan lokasi sesuai jadwal. Dari itu, EO menawarkan jika perjalanan ke Batam bisa berlanjut ke Singapura karena jaraknya tidak jauh.

“Itu (rundown Batam-Singapura) yang menwarkan EO, bukan kami (Kesbangpolinmas) yang bikin,” kata Tata saat ditemui fajarnews.com di Balai kota, Jumat (12/5).

Tata mengakui, memang kunker tersebut acara pihaknya yang dibuat dengan bentuk kegiatannya yakni kerja sama peningkatan keamanan  dengan melibatkan Forkopimda antar dua daerah yakni Kota Cirebon dan Batam.

Diungkapkannya, undangan menggandeng Forkopimda untuk kunker itu sudah disampaikan sebulan yang lalu, setelah undangan itu, kemudian EO membuat agenda acara yang di dalamnya ada penawaran menyebrang ke Singapura.

“Itu rundown masih tawaran dari EO, kemudian dirapatkan mengenai hal itu, ternyata secara teknis tidak memungkinkan,” terangnya.

Menurutnya, untuk pergi ke luar negeri, kepala daerah dan Forkopimda itu tidak mudah, terlebih instansi vital seperti Kepolisan dan TNI. Kemudian, lanjutnya, dari segi anggaran juga untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura dalam kunker itu tidak memungkinkan.

“Tujuannya kunker yakni mencari studi banding, tentang pemerintahan dan keamanan, kami milih Batam karena sudah banyak dikunjungi, dan dari segi pengelolaan hamper mirip dengan Cirebon seperti pelabuhannya jalan,” ungkapnya.

Senada. Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, saat ditemui di Kantor PDAM Kota Cirebon mengungkapkan, program kunker ke Batam itu adalah programnya Kesbangpolinmas dan itu sudah masuk dalam rencana kerja (renja).

Dijelaskan Azis, tujuan dari kunker tersebut yakni untuk studi banding sistem keamanan. Karena, dikatakannya, di Batam koordinasi sistem keamanannya itu dianggap baik.sehingga Kespangpolinmas memilih Batam untuk dijadikan tempat kunjungan.

“Kunker ini sesuatu yang biasa dan lumrah, karena ada renjanya dan memilih Batam itu karena pertimbangan-pertimbangan Batam memiliki sistem yang baik dalam pengelolaan pemerintah terutama keamanan,” ungkapnya.

Karena kunker ini menyangkut keamanan, kata Azis, Kesbangpolinmas mengundang semua Muspida. Diungkapkannya, di daerah manapun memang perlu adanya singkronisasi antara pemerintah daerah dengan muspida.

“Kespangpolinmas mengundang Muspida dalam kunker adalah dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan secara keseluruhan, perlu koordinasi yang baik antar muspida,” ungkapnya.

Mengenai tersebarnya agenda acara kunker yang berlanjut ke Singapura, Azis mengungkapkan, jadwal tersebut tidak lebih dari sebuah tawaran EO, karena ada waktu yang cukup panjang yang bisa dimanfaatkan.

“Dari adanya waktu luang itu, ada tawaran ke Singapura, kami belum tentu menerima terhadap tawaran EO, sifatnya tawaran, pergi ke luar negeri itu tidak semudah itu, apalagi ada Kepolisian dan TNI, karena instansi itu ada SOP tersendiri, nanti jelang keberangkatan ada meeting untuk kepastiannya,” terangnya.

Menurut Azis, kunker ke Batam sudah sering dilakukan pemerintah daerah lain dan instansi tertentukarena letak Batam dengan Singapura dekat, banyak kunker yang berlanjut ke Singapura. Menurutnya, itu hal yang lumrah, asalkan tidak menggunakan dana APBD.

“Saya pastikan, karena sampai saat ini proses perijinan belum tahu, apakah teman-teman Muspida diijikan apa tidak untuk nyebrang ke Singapura. Saya menganggap ini tidak sampai terjadi, karena proses perijinan ke luar negeri cukup panjang,” pungkasnya. (Hasan Hidayat)

 

Loading Komentar....
loading...