fajarnews

Perbaikan Jalan Hanya Pakai Sirtu, Tertimpa Hujan Rusak Lagi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 13 Mei 2017 | 07:25 WIB

Adhe Hamdan
Jalan penghubung Kecamatan Kaliwedi dan Kecamatan Gegesik yang sudah lama rusak tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.*

Fajarnews.com, CIREBON- Kuwu Desa Prajawinangun Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Tuhana, menyesalkan sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak peduli terkait jalan rusak di wilayahnya.

Padahal sudah beberapa kali pihaknya mengusulkan perbaikan jalan penghubung dua kecamatan tersebut.

Menurut Tuhana, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan rusak yang masuk wilayahnya itu karena merupakan jalan kabupaten dan bukan jalan desa. Tetapi sampai sekarang tidak pernah ada realisasi sehingga kerusakan semakin parah.

“Bahkan kita sudah mendatangi Dinas Bina Marga untuk meminta segera memperbaiki jalan itu, tetapi jawabnya hanya nanti. Bahkan survei sudah dilakukan, tetapi dikerjakan hanya penambalan saja dengan pasir batu, sehingga saat turun hujan hilang lagi dan rusak kembali,” jelas Tuhana kepada fajarnews.com, Jumat (12/5).

Dikatakannya, padahal jalan kabupaten itu merupakan akses vital bagi masyarakat dua kecamatan untuk beraktivitas sehari-hari.

Bahkan, anak-anak Desa Prajawinangun saat berangkat sekolah ke Gegesik melaui jalan itu sehingga tidak sedikit yang mengalami kecelekaan karena lubang-lubang besar dan licin menganga dimana-mana.

“Kami dari pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak karena itu jalan kabupaten, kami sudah beberapa kali mengusulkannya. Tetapi sampai saat ini tidak pernah ada perbaikannya, pernah juga hanya menambal saja hingga saat ini sudah rusak lagi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, mendekati pilkada Kabupaten Cirebon yang sudah mulai memanas, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) wilayah Barat, M. Ridwan menyayangkan sikap kepala daerah yang sudah terkesan acuh membiarkan infrastrutur jalan yang rusak tanpa adanya perbaikan.

Menurutnya, bahkan kepala daerah terkesan seperti pilih-pilih dalam memperbaiki infrastrutur rusak, sehingga daerah mana kantong suara yang dianggap layak dan besar segera diperbaiki. Kalau sampai hal seperti ini terjadi jelas, ada keberpihakan penguasa dalam mengambil kebijakan dalam pembangunan infrastruktur.

“Daerah yang dianggap suara banyak atau basis suara saat pilkada nanti pasti diprioritaskan, sedangkan di daerah yang perolehan suaranya dipastikan minoritas akan cenderung kurang mendapatkan perhatian infrastrukturnya,” tandas Ridwan, di kediamannya. (Adhe Hamdan)

Loading Komentar....
loading...