fajarnews

Kenaikan PBB Tak Pandang Status Sosial, PMII Demo DPRD

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 13 Mei 2017 | 15:25 WIB

Munadi
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi turun ke jalan menuntut PBB dan NJOP segera kembali diturunkan.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Majalengka kembali menggelar aksi. Kali ini mereka mendemo gedung DPRD.

Ketua PMII Majalengka, Fauzi mengatakan pihaknya menilai bahwa anggota DPRD tidak pernah memihak rakyatnya. Faktanya saat ini kenaikan PBB mencapai 400 persen. Dan kenaikan ini tidak memandang tentang status ekonomi masyarakat alias pukul rata.

"Kenaikan PBB ini rata dan tidak memandang status sosial, tanpa membeda-bedakan status sosial dan ekonomi semua PBB naik. Padahal seharusnya sebagai wakil masyarakat, anggota dewan seharusnya dapat mencegah agar PBB tidak naik," ujarnya, Jumat (12/5).

Fauzi mengatakan bahwasanya anggota dewan seperti taman kanak-kanak, karena fungsinya sudah tidak ada. "Karena kenaikan PBB ini diakui oleh masyarakat sangat memberatkan. Disamping kebutuhan-kebutuhan pokok yang merangkak naik." Ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Majalengka Tarsono D. Mardiyana mengatakan pihaknya juga tengah punya prosedur dan akan segera mengagendakan bertemu dengan BKAD dan pihak eksekutif.

"Kami cukup responsif, kami pasti akan melakukan langkah langkah. Kami punya dua agenda, 26 Mei nanti tindak lanjut masalah kenaikan NJOP dan PBB, kami pun harus sama dengan suara masyarakat. Tentunya kita sudah sangat berhati-hati, kita tidak mau menyulitkan masyarakat. Kita akan segera melanjutkan itu," ujarnya. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...