fajarnews

Waspada Jika Anak Disentuh di Empat Titik Terlarang Ini

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 12 Mei 2017 | 09:55 WIB

Nawawi
Hj. Wahyu Tjiptaningsih, saat melakukan tatap muka dengan puluhan ibu rumah tangga dan anak-anak, di Desa Jatirenggang, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/5).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Predator atau pelaku kejahatan seksual terhadap anak, biasanya tinggal di sekitar tempat tinggal korban.

Karenanya, orang tua harus menjaga dan mengedukasi anak agar menghindari atau melapor, jika mendapat perlakukan mencurigakan pada empat titik anggota tubuh yang dilarang.

Hal itu dikemukakan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, saat melakukan tatap muka dengan puluhan ibu rumah tangga dan anak-anak, di Desa Jatirenggang, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/5).

“Ketika ada tindakan yang mencurigakan seperti sudah menyentuh empat titik anggota tubuh yang dilarang mulai bagian wajah, dada, antara dua paha dan bagian pinggul, maka anak segera menghindar, meminta tolong, lari dan melapor kepada orang terdekat,” kata perempuan yang akrab disapa Ayu.

Ia mengaku prihatin kerana kasus kejahatan seksual terhadap anak jumlahnya masih cukup tinggi dan masih cukup mengancam. Menurutnya, dari pengungkapan beberapa kasus, kerap dilakukan orang-orang di sekitar yang seharusnya memberikan perlindungan.   

“Setiap ketemu masyarakat, biasanya kumpul anak-anak sekolah, ibu-ibu kita sosialisasikan, biar tahu bahwa predator atau pelakunya ada di sekitar kita. Ibu-ibu harus lebih waspada, dan anak-anak juga kita diberitahu cara-caranya agar terhindar dari kejahatn tersebut,“ paparnya.

Dalam setiap sosialisasi, dirinya juga mengedukasi anak-anak dan ibu rumah tangga agar mewaspadai ketika ada tindakan yang mencurigakan.  “Kita mensosialisasikan, mengedukasi anak-anak dan juga mengajak kepada orang tua untuk lebih waspada terhadap anaknya, agar tindak kejahatan ini bisa diminimalisir,“ ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan keterangan laporan yang masuk ke P2TP2A Kabupaten Cirebon, saat ini banyak anak laki-laki yang menjadi korban kejahatan seksual.

“Dalam laporan yang diterima P2TP2A Kabupaten Cirebon, selain anak perempuan, sekarang ini anak laki-laki juga banyak yang menjadi korban kejahatan seksual anak,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar orang tua menjaga anak dari pengaruh negatif lingkungan maupun gawai, khususnya agar tidak membuka konten yang terlarang untuk anak, agar terhindar dari pengaruh negative.

“Gadget (gawai), HP itu ibarat pisau bermata dua. Ketika diperuntukkan hal posistif akan bermanfaat, sehingga perlu ada pengawasan dari orang tua agar anak tidak terkontaminasi konten negatif gadget,“ pungkasnya. (Nawawi)

Loading Komentar....
loading...