fajarnews

Korban Pembunuhan di Klangenan Dikuburkan Secara Layak  

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 12 Mei 2017 | 09:25 WIB

Dede Kurniawan
Sejumlah warga Desa Klangenan menyalati jasad perempuan tanpa identitas korban pembunuhan yang ditemukan di desa itu beberapa hari lalu, sebelum dikuburkan secara layak di pemakaman umum setempat, Kamis (11/5).*

Fajarnews.com, CIREBON- Jasad perempuan tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan, akhirnya dimakamkan pihak Pemerintah Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, di pemakaman umum desa setempat, dengan pertimbangan sisi kemanusiaan, Kamis (11/5).

Kuwu Klangenan, Rochmat Hidayat, mengatakan, hingga kini korban pembunuhan yang ditemukan di salah satu lahan kosong di desanya itu beberapa hari lalu, belum diketahui identitasnya.

Menurutnya, meski tanpa identitas namun mayat tersebut berhak mendapat perlakukan yang layak, termasuk untuk dikuburkan sebagaimana mestinya.

“Kondisi mayat semakin hari makin tidak baik, untuk itu kami melakukan inisiatif untuk menguburkan berdasarkan syariat Islam. Kami hanya berusaha membantu korban agar bisa dikuburkan dengan layak,” kata Rochmat, usai menyalatkan mayat itu, sebelum dikuburkan.

Rochmat mengatakan, jika nanti ada yang mengaku sebagai keluarga korban, pihaknya mempersilakan untuk memindahkan kuburan tersebut. Begitu juga bila kepolisian memerlukan untuk proses autopsi dan lain sebagainya, pihaknya akan memfasilitasinya.

“Kalau masalah hukum, kami sepenuhnya serahkan kepada pihak yang berwajib. Ini sih karena kebetulan TKP-nya di Desa Klangenan, kan jenasah juga harus diberikan hak-haknya, jadi kami mempersilakan korban dikubur di Klangenan,” katanya.

Disinggung apakah korban tersebut salah satu warganya, Rochmat memastikan, korban bukan warga Desa Klangenan. “Klangena ini adalah daerah yang dilintasi jalan nasional dan juga penghubung desa-desa lainnya di Kecamatan Klangenan. Jadi dengan adanya kejadian ini bukan berarti Desa Klangenan tidak aman, dan sampai sejauh ini kondisi Desa Klangenan tetap kondusif dan aman,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Blok Desa RT 001 RW 002, Desa/Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan penuh luka yang diduga korban pembunuhan, di sebidang tanah kosong milik warga setempat, Senin (8/5).

Mayat itu memiliki ciri-ciri rambut sudah beruban, memakai baju putih becorak bunga, celana putih bawah berenda dan diperkirakan berumur 45-50 tahun. Saat ditemukan kondisi mayat penuh luka sayatan (bacokan) senjata tajam.

Bahkan beberapa ruas jari putus serta terdapat luka di pipi dan perut. Diduga hal itu dilakukan untuk menghilangkan identitas korban.

Di sekitar mayat didapati ceceran darah, kerudung warna hitam dan jilbab warna kuning serta selendang warna ungu, sepasang sandal warna putih dan sandal jepit warna kuning.

Sementara itu, jajaran kepolisan dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskim) Polres Cirebon masih terus berupaya mengungkap kasus penemuan mayat dengan mencari identitas korban.

“Kami masih melakukan penyidikan, dan yang pertama kami lakukan adalah mengungkap identitas korban. Karena sejauh ini identitas korban belum berhasil kami ketahui, meskipun kami sudah melakukan sidik jari, namun rupanya sidik jari korban ini belum terekam dalam sistim E-KTP,” jelas Kasat Reskrim Polres Cirebon, AKP Reza Arifin saat ditemui sejumlah awak media, Selasa (9/5).

Dikatakan Reza, untuk mengungkap identitas korban, pihaknya akan menyebar foto setelah dilakukan pembersihan dari bercak darah ke beberapa polsek dan tempat yang strategis. Dengan demikian diharapkan ada masyarakat yang mengetahui siapa korban sebenarnya.

“Kalau ada masyarakat atau keluarga yang mengenali, bisa langsung menghubungi call center kami di 081332612006, sehingga kami bisa menindaklanjuti kasus ini,” katanya. (Dede Kurniawan)

Loading Komentar....
loading...