fajarnews

Perayaan Waisak 2561, Umat Diingatkan Pentingnya Menjaga Kebhinekaan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 12 Mei 2017 | 09:10 WIB

Hasan Hidayat
Umat Budha Kota Cirebon mengikuti Puja Bakti Perayaan Tri Suci Waisak yang dilaksanakan secara khidmat, di Vihara Dewi Welas Asih, Kamis (11/5).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Ratusan umat Budha Kota Cirebon melakukan puja bakti secara khidmat pada perayaan Tri Suci Waisak 2561 Buddhist Era/2017 yang dilaksanakan di Vihara Dewi Welas Asih, Kamis (11/5).

Pembina Umat Budha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Djunawi mengatakan, perayaan Waisak tahun ini mengambil tema, “Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan”.

Menurutnya, tema tersebut mengandung makna bahwa manusia yang hidup di dunia ini ditakdirkan berbeda-beda baik warna kulit, suku, agama dan budaya. Namun, lajut Romo Djunawi, apabila selalu disertai rasa simpatik dan cinta kasih sayang, semuanya dapat melebur menjadi satu, itulah yang disebut kebhinekaan.

“Kita masing-masing mempunyai keyakinan, kepercayaan, iman sesuai dengan keyakinan masing-masing,” kata Djunawi.

Rangkaian Puja Bakti Perayaan Waisak itu, diawali dengan pembacaan Paritta dalam suasana yang sederhana, namun penuh kedamaian.

 “Waisak merupakan momen mengingatkan umat Budha untuk meneladani apa yang diajarkan oleh Sang Budha,” ungkapnya.

Melalui makna Hari Suci Waisak diharapkan kondisi selalu damai dan tentram. Ia juga berharap dapat bergandengan tangan dengan semua agama, karena Budha selalu berpesan hidup rukun, menghormati perbedaan dan rendah hati.

“Ajaran Budha selalu mengarahkan umatnya berbuat lebih baik, mengutamakan perdamaian dan mengasihi sesama umat. Bertahun-tahun umat Budha di Kota Cirebon hidup damai dengan berbagai agama yang ada,” tuturnya.

Ia berharap, umat dapat meneladani Sang Budha yang mengajarkan tentang kesederhanaan hidup, dengan memilih jalan tengah dalam setiap persoalan yang dihadapi.

“Jalan tengah itu artinya jangan berlebihan, sedang-sedang saja, makanya kalau kita ada masalah, penyelesaiannya itu harus jalan tengah, tidak terlalu ekstrim kanan atau ektrim kiri,” ungkapnya.

Ia mengatkan, tahun ini ada kegiatan perayaan bersama yang digelar di salah satu hotel di Kota Cirebon yang dihadiri oleh umat Budha se-Wilayah III Cirebon. Puja Bakti Perayaan Waisak tahun ini diikuti sekitar 100 orang, terdiri dari orang tua dan anak-anak.

Kondisi Vihara Dewi Welas Asih yang ramai dipenuhi umat Budha yang akan mengikti Puja Bakti Waisak, dimanfaatkan puluhan pengemis untuk mengais rezeki.

Berdasarkan pantauan fajarnews.com, ada belasan pengemis yang berbaris di depan pintu masuk vihara tertua di Kota Cirebon itu. Mereka berdiam diri sambil duduk berjejer dan menengadahkan kantong plastic, berharap kebaikan pengunjung vihara.

Salah seorang pengemis yang ditemui fajarnews.com, Bonya mengatakan, ia sengaja datang sejak pagi karena biasanya setiap ada acara keagamaan, Vihara Welas Asih selalu ramai.

“Biasanya kalau ada kegiatan ramai dari pagi sampai sore. Kami sekadar mencari rezeki dari kebaikan pengunjung.  Penghasilan yang didapat tidak tentu, kadang sepuluh ribu, kadang dua puluh. Ada rejeki ya dapet gede. Kadang-kadang gak dapet sama sekali,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 14 personel dari Polsek Lemahwungkuk dikerahkan untuk mengamankan jalannya perayaan Waisak di Vihara Dewi Welas tersebut.

Kapolsek Lemahwungkuk, IPTU Momon Sukarman melalui personel yang bergjaga di lapangan, Aiptu Giyanto mengatakan, pengamanan dilakukan sejak menjelang pelaksanaan perayaan Waisak dilaksanakan.

“Kami melakukan pengamanan sesuai dengan jadwal sembahyang. Kemungkinan pengamanan akan selesai pada pukul dua siang nanti. Karena biasanya sembahyang selesai pada pukul segitu,” tuturnya.

Menurutnya, pengamanan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan dari pihak luar yang tidak diinginkan adanya kondusifitas di Kota Cirebon. (Hasan & Agus Didi)

 

Loading Komentar....
loading...