fajarnews

Cirebon Timur Deklarasikan Dukungan untuk Kalinga

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 2 Mei 2017 | 12:00 WIB

Nawawi
Para kuwu dan masyarakat Kabupaten Cirebon wilayah Timur mendeklarasikan dukungan terhadap pencalonan H Kalinga.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Para kuwu dan masyarakat Kabupaten Cirebon wilayah Timur mendeklarasikan dukungan terhadap pencalonan H Kalinga untuk maju sebagai calon Bupati Cirebon, Minggu (29/4). Deklarasi dilakukan di Padepokan Kian Santang Desa Kudukeras, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.

Dukungan tersebut dilakukan lantaran dukungan Kalinga terhadap pemekaran Kabupaten Cirebon Timur demi kepentingan kemakmuran, kemajuan dan pembangunan di wilayah Timur yang tertinggal baik dari sektor infrastruktur maupun sektor lainnya.

Pimpinan Padepokan Kian Santang, Habib Ronal Hidayat Marikar menjelaskan, acara deklarasi “Sedulur Kang Kalinga” bertepatan dengan haul ibundanya, Hj Siti Zaenab Marikar sebagaimana 5 tahun lalu di tempat dan acara serupa mendeklarasikan dukungan terhadap pencalonan Sunjaya Purwadisastra. Acara rutin yang digelar sebagai rasa kecintaan Habib Ronald terhadap ibundanya sama halnya kecintaan Habib kepada Cirebon.

Menurutnya, dulu ibundanya berjuang di Cirebon dan masih punya hubungan dengan Syekh Datul Kahfi Sunan Gunung Jati Cirebon. “Saya tidak bisa lepas dari Cirebon, dulu Sunjaya datang ke acara  ini dan dipakai momentum untuk melakukan kampanye memperkenalkan kepada masyarakat di daerah Cirebon Timur,” terangnya.

Dipaparkan Habib, acara haul ibundanya kali ini dibarengi dengan deklarasi dukungan terhadap Kalinga untuk maju sebagai pemimpin Kabupaten Cirebon. Hal itu dilakukan lantaran kekecewaannya terhadap bupati sekarang, Sunjaya Purwadisastra sebagaimana kekecewaan masyarakat luas yang ada di Kabupaten Cirebon wilayah timur.

Menurutnya, banyak sekali yang harus diperbaiki di antaranya kepemimpinan, alokasi dana dan perilaku pribadi. “Kalau melihat sekarang saya kecewa, seperti kekecewaan masyarakat Cirebon Timur karena masih banyak yang harus diperbaiki. Seorang pemimpin tidak boleh tersinggung ketika dikritik karena demi kebaikan,” tegasnya.

Dijelaskan Habib, dari sekian banyak bakal calon pemimpin Kabupaten Cirebon, pihaknya melihat track record yang paling bersih baik dari perilaku korupsi maupun perilaku yang berhubungan dengan kepemimpinan juga berhubungan dengan sosial saat ini hanya Kalinga.

Pihaknya sengaja mengundang Sedulur Kang Kalinga untuk dideklarasikan di Cirebon Timur lantaran merasa sejalan dengan perjuangan dan pemikirannya. “Sosialisasi terus dilakukan. Saya tegaskan bahwa Kalinga itu baik,” tegas Habib.

Habib juga berpesan untuk masyarakat dan para kuwu harus berpikir cerdas, bermata jernih, dan harus bertelinga transparan. Bahwa saat ini calon yang pantas untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Cirebon hanya Kang Kalinga.

Sementara itu Koordinator Sedulur Kang Kalinga, S Sandi Wiranata mengatakan, adanya deklarasi Sedulur Kang Kalinga di Cirebon Timur adalah muncul dari kesadaran masyarakat semua.

Masyarakat menyadari ketika pembangunan tidak maksimal, banyak kekurangan dari infrastruktur, ketimpangan adanya administrasi kependudukan dan lain-lain membuat mereka berinisiatif mendeklarasikan sosok yang layak dan tepat untuk memperbaiki Kabupaten Cirebon.

“Kita sepakat bahwa pemimpin melayani masyarakat, semua ini dari masyarakat bukan dari Pak H Kalinga. Masyarakat percaya karena pengalamannya yang berkaitan langsung dengan masyarakat waktu BPMPD dan bagaimana inftrastruktur sewaktu di Bina Marga,” jelsnya.

Ditambahkannya, terkait deklarasi di Cirebon Timur yang mengangkat visi dan misi memekarkan Kabupaten Cirebon Timur, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini sudah seharusnya memekarkan wilayah Cirebon Timur. Sebab, masyarakat merasakan ketimpangan dalam pelayanan seperti membuat KTP yang harus ke Sumber.

Karena itu kata dia, alangkah lebih baik untuk kesejahteraan bersama seharusnya pemekaran Cirebon Timur jangan ditunda-tunda lagi.

“Untuk kepentingan bersama, kemakmuran, kemajuan dan pembangunan di wilayah Timur yang tertinggal baik dari sektor infrastruktur maupun sektor lainnya kalau harus dimekarkan kenapa gak,” tegasnya. (Nawawi)

Loading Komentar....
loading...