fajarnews

Mereka Kartini Kartini Masa Kini

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 09:40 WIB

Ist
-

Fajarnews.com, CIREBON- Raden Ajeng Kartini merupakan sosok yang sangat menginspirasi kaum perempuan Indonesia. Rekam jejaknya mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan khususnya perjuangan untuk memperoleh hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam pendidikan, telah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persamaan hak di semua bidang.

Banyak cara yang dilakukan dalam memperingati perjuangan sosok pahlawan yang lahir pada 21 April 1879 tersebut. Di Makassar misalnya, Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) punya cara yang unik untuk memperingati hari Kartini. 

Pada peringatan Hari Kartini tahun ini, MATSC mempercayakan seluruh petugas pengatur lalu lintas pesawat di Air Traffic Control (ATC) Tower dikerjakan oleh perempuan, pada Jumat (21/4) hari ini.

"Jika biasanya bercampur laki-laki, maka selama dua hari ini semuanya akan dilakukan oleh perempuan," kata Manager Pum Airnav Makassar, Fuad Bedri, Kamis (20/4).

Sementara di Bali, peringatan Hari Kartini diperingati dengan cara unik. Para peselancar beraksi sambil mengenakan kebaya. Acara yang bertajuk Kartini Festival itu berlangsung di Pantai Kuta, Bali, Kamis (20/4).

Penyelenggara Kartini Festival, Piping mengatakan tujuan acara tersebut untuk membangkitkan minat para wanita  agar tertarik dengan olahraga surfing atau berselancar.

"Saya ingin membangkitkan loyalitas teman-teman (penggemar surfing). Kegiatan surfing dalam acara ini terbuka untuk siapa saja, tapi tetap terkontrol," katanya saat jumpa media di Bliss Surfer Hotel, Kuta, Selasa (18/4) kemarin.

Lalu bagaimanakah para perempuan di Wilayah III Cirebon memaknai hari Kartini? Berikut yang berhasil dihimpun fajarnews.com dari sejumlah tokoh perempuan yang berhasil diwawancarai.

Tak Lekang oleh Zaman

Ist
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah.*

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menilai RA Kartini merupakan sosok perempuan yang tak lekang oleh zaman. Menurutnya, pemikiran Kartini yang bersumber dari kedalaman rasa cipta dan karsa itu telah menjadi cahaya penerang kegelapan.

Dijelaskan, impian Kartini agar kaum perempuan pribumi mendapatkan pendidikan yang sama dengan kaum laki-laki baru dapat diaktualisasikan beberapa tahun kemudian sesudah Kartini wafat.

“Begitu pentingnya pendidikan bagi perempuan. Kaum perempuan juga harus mendidik budi pekertinya dan mencerdaskan pikirannya. Bila bangsa Indonesia memiliki ibu-ibu yang cakap dan pandai, maka kemajuan peradaban bangsa Indonesia hanyalah soal waktu saja,” kata Anna.

Warnai Panggung Politik

Winarno
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura yang juga sebagai Anggota DPRD Kota Cirebon, Een Rusmiyati.*

Bagi Ketua DPC Hanura Kota Cirebon, Een Rusmiyati, perjuangan RA Kartini telah memotivasi kaum perempuan agar lebih maju. Menurutnya, kaum perempuan saat ini tidak hanya bisa mendapatkan hak yang sama di bidang pendidikan, akan tetapi bisa berkontestasi secara bebas di dunia politik  

"Sekarang peran perempuan di perpolitikan sejajar dengan kaum laki-laki, bukan di belakang kaum laki-laki tapi perempuan harus berada di sampingnya," kata Een, saat ditemui fajarnews.com di kantor DPC Hanura Kota Cirebon, Kamis (20/4).

Anggota Fraksi Hanura DPRD Kota Cirebon itu  berpesan, meski harus melewati berbagai proses yang panjang, kaum perempuan jangan takut maju untuk mencapai karier sesuai keinginannya, baik di akademisi, pengusaha, politik, dan bidang lainnya.

"Perjuangan RA Kartini telah mengangkat kemajuan kaum perempuan. Saat ini di DPRD Kota Cirebon anggota dewan perempuan sudah mencapai 30 persen. Saya bersyukur dari tahun ke tahun perempuan Indonesia khususnya Kota Cirebon semakin maju," ujarnya.

Jangan Kesampingkan Etika

Vian
Paur Minpers Bag Sumda Polres Cirebon Kota, Iptu Nining Teja Perdani.*

Paur Minpers Bag Sumda Polres Cirebon Kota, Iptu Nining Teja Perdani mengatakan, tanpa adanya perjuangan Kartini, mungkin kaum perempuan saat ini akan sulit untuk mengembangkan diri, baik di dunia pendidikan, pekerjaan dan masyarakat sosial.

“Untuk di kepolisian sendiri, tidak ada perbedaan antara polisi wanita dan polisi laki-laki, dalam bertugas semua sama, tidak ada yang diistimewakan. Hal yang berbeda mungkin hanya pada saat cuti hamil dan melahirkan,” kata Nining, saat ditemui fajarnews.com, Rabu (19/4).

Ia berharap agar hal-hal baik yang dicita-citakan Kartini, jangan sampai terhenti. Ia mencontohkan bidang pendidikan yang dinilainyasangat diperlukan kaum perempuan. Meski memiliki peluang yang sama, Nining mengingatkan agar perempuan tetap menjadi pribadi yang baik, menjaga adat ketimuran dan berbudi luhur.

“Dengan adanya tanggung jawab rumah tangga, bukan berarti perempuan tidak boleh bekerja atau mendapatkan penghasilan, karena tidak ada salahnya bagi kaum perempuan untuk bekerja.Dan meskipun hari ini telah banyak kemajuan yang diraih kaum perempuan, tapi jangan kesampingkan adab, karakter dan etika. Karena kita ini orang timur, maka berbudayalah layaknya orang timur,” katanya.

 Memaksimalkan Kemampuan

Hasan Hidayat
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hj Deane Dewi Ratih.*

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hj Deane Dewi Ratih menilai, sosok RA Kartini merupakan panutan dan motivator bagi banyak perempuan Indonesia.

"Kartini itu wanita luar biasa, meski terlahir lebih seratus tahun yang lalu, tapi pemikirannya sudah modern jauh ke depan. Sebagai orang yang hidup di masa sekarang, saya sangat salut dengan Kartini," kara Deane, saat ditemui fajarnews.com di kantornya, Kamis (20/4).

Deane menambahkan, Kartini-Kartini masa kini dengan fasilitas yang semakin lengkap dan modern, harus dapat memaksimalkam kemampuannya.

"Perempuan itu punya kelebihan, rajin dan ulet. Meski di pemerintahan, PNS perempuan banyak, tetapi saat di eselon paling tinggi, perempuan kebanyakan kalah karena kalah politik. Oleh karena itu, dengan momentum Hari Kartini ini, mari kita dobrak itu, perempuan harus kuat, belajar dan bersatu serta tahu kelemahan, sehingga bisa mengantisipasi kelemahan tersebut," tandasnya.

Jangan Lupakan Kodrat

Di mata Kuwu Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Ii Fitriyani, kaum perempuan hendaknya tidak melupakan kodratnya untuk berbakti pada suami, melahirkan dan mengurus anak-anak.

“Sekarang peranan perempuan dan laki-laki memang sudah tidak bisa dibatasi lagi. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya perempuan yang menjadi pejabat publik. Akan tetapi, kodrat perempuan tidak bisa ditinggalkan begitu saja,” katanya saat ditemui fajarnews.com, Kamis (20/4)

Istri dari Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Cirebon, Asdullah ini juga mengatakan, dengan jabatannya sebagai seorang kuwu, ada beberapa hal yang tidak bisa ditinggalkan salah satunya menyiapkan keperluan suami dan juga mengurus rumah tangga.

“Meski telah menjadi kuwu, saya tetap mengurus keperluan suami dan anak-anak, karena itu sudah menjadi kodrat saya sebagai perempuan,” ujarnya. (Red)

Loading Komentar....
loading...