fajarnews

Tingkat Pelecehan Perempuan Masih Tinggi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 09:55 WIB

Suhanan
Dian Hernawati S bersama ibu-ibu dalam sebuah acara.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Dian Hernawa Susanti mengatakan upaya RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi, telah banyak dirasakan kaum perempuan masa kini. Saat ini banyak kaum perempuan yang menduduki jabatan penting baik di pemerintahan, bisnis, maupun jabatan politik.

Sayangnya, lanjut Dian, hingga kini angka pelecehan terhadap perempuan di Indonesia khususnya Cirebon masih tergolong tinggi. Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP Perjuangan itu mengaku miris dengan hal tersebut.

“Hargai dan hormatilah sosok perempuan bukan sebagai objek pelengkap. Perempuan wajib dijunjung tinggi dan dihormati,” kata Dian, Kamis (20/4).

Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Caruban Nagari itu melanjutkan, meski pun kodrat perempuan sebagai ibu dan istri, namun juga mempunyai hak untuk bisa berkarya atau lebih maju tanpa harus meninggalkan kodratnya.

“Maka tentunya, perempuan-perempuan harus mampu dan siap mengisi segala lini. Baik di bidang politik, pendidikan, kesehatan, seni-budaya, maupun bidang-bidang lainnya. Jadilah Kartini yang bermartabat dan istiqomah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cirebon mencatat, kasus kejahatan (kekerasan) seksual terhadap anak masih sangat memprihatinkan.

Pasalnya, berdasarkan data di P2TP2A, pada tahun 2016 lalu, kejahatan seksual terhadap anak mencapai 35 kasus, sementara untuk tahun 2017, hingga pertengahan Maret ini sudah tercatat ada 5 kasus yang dilaporkan.

Hal itu dikemukakan Ketua P2TP2A Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih Sunjaya, saat menghadiri pengobatan gratis di Balai Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/3).

 Menurut perempuan yang akrab disapa Ayu tersebut, jumlah lima kasus dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

“Apalagi, sejumlah fakta menunjukkan kasus kejahatan seksual terhadap anak kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat dan salah satu penyebabnya karena sering menonton film-film atau tayangan yang mengandung unsur pornografi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membantu memulihkan psikologi korban, P2TP2A sudah menyiapkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan psikolog.

"Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan psikologi bagi korban pelecehan seksual. Maka, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir pelecehan pada anak. “jelasnya.

Ayu pun mengimbau masyarakat untuk langsung melaporkan begitu ada kejadian, agar secepatnya bisa dilakukan  penanganan. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak merasa malu atau menganggap aib bila melaporkan adanya kejahatan seksual. Karena dengan adanya laporan tersebut, menurutnya dapat membantu korban.

"Oleh karena itu saya mengimbau begitu mengetahui ada kasus seperti ini, supaya langsung melapor,“ ujarnya.  (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...