fajarnews

Semburan Lumpur Bercampur Gas Gemparkan Warga Sliyeg Indramayu

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 09:25 WIB

Agus Sugianto
Semburan gas disertai lumpur sepanjang lima meter di Desa Sliyeg menggemparkan warga.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Warga Blok Mangir, RT 04 RW 05, Desa/Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu  digemparkan dengan semburan gas disertai lumpur setinggi lima meter di salah satu rumah warga, Rabu (19/4) sektiar pukul 10.00 WIB.

Semburan gas itu keluar saat aktivitas pengeboran sumur pantek di rumah Munaji (58). Semburan gas disertai lumpur tersebut, menarik perhatian warga setempat. Mereka berbondong bondong mendatangi tempat lokasi.

Untuk mengantisipasi dampak membahayakan yang mungkin timbul, pihak kepolisan dari Polsek setempat pun memasang garis polisi.

Keterangan yang diperoleh fajarnews.com menyebutkan, saat itu pemilik rumah hendak membuat sumur pantek.  Munaji pun meminta bantuan tukang pengebor air yang berjumlah tujuh orang pekerja. Namun saat pengeboran mencapai 13 pipa dengan kedalaman sekitar 75 meter, tiba-tiba dari pipa keluar lumpur disertai bau gas setinggi lima meter. Para pekerja yang mencium bau gas bersamaan keluarnya lumpur itu pun terkejut.

Mereka lalu melakukan usaha penutup pipa, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Bahkan lumpur semakin deras memancarkan ke atas. Selang beberapa waktu kemudian, semburan lumpur semakin menurun.

Sementara itu, anggota Polsek Sliyeg yang mengetahu hal tersebut, langsung berjaga di lokasi. Sebagian anggota lainnya melaporkan peristiwa itu ke kepada pihak PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang.

Government & Public Relation Assistant Manager Pertamina EP Asset 3, Roberth membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Robert, pihaknya masih dilakukan pendalaman fenomena itu. Menurutnya, jika benar yang keluar berupa semburan gas harus dilakukan penelitian mendalam.

"Artinya, harus dilakukan pengujuan terlebih dahulu. Bisa jadi semburan gas itu gas liar yang biasa ada di rawa-rawa. Gas liar ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu dan tidak membahayakan," katanya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...