fajarnews

Pecahkan Rekor MURI, 50 Ribu Napi se-Indonesia Khataman Alquran

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 09:10 WIB

Hasan Hidayat
Warga Lapas Kelas 1 Kesambi Cirebon mengikuti khataman Alquran se-Nusantara dalam rangka HUT ke-53 Lembaga Pemasyarakatan, Kamis (20/4).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Suasana khidmat terpancar dari Masjid Al-Hidayah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kesambi Kota Cirebon, saat 150 warga binaan melantunkan ayat-ayat suci Alquran, Kamis (20/4).

Ratusan warga binaan itu, tengah mengikuti khataman Alquran serentak warga binaan Lapas se-Indonesia, yang digelar dalam rangka HUT ke-53 Lembaga Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas 1 Kesambi Kota Cirebon, Heni Yuwono mengatakan, kegiatan khataman Alquran serentak se-Indonesia itu, memiliki motivasi tersendiri agar warga binaan lebih mengedepankan Alquran. Dikatakannya, Lapas Kelas 1 Kesambi memang memiliki program khusus Alquran.

"Pembinaan Alquran ini sudah sering kita lakukan. Warga binaan kita gembleng untuk membaca Alquran, dari yang buta baca Alquran sampai bisa baca" kata Kalapas, seusai acara khataman.

Dikatakan Heni, dari hasil pembinaan Alquran tersebut, ada salah seorang warga binaan Lapasnya, yang berhasil meraih juara pertama MTQ antar-Lapas sewilayah III Cirebon, yang dilaksanakan di Lapas Kuningan.

Ia berharap, dengan mengikuti kegiatan nusantara dapat mendorong motivasi para napi yang sebelumnya belum tertarik membaca Alquran, menjadi gemar dan rutin membaca serta mempelajari Alquran.

"Harapannya dengan kegiatan ini, warga binaan kami bisa menjadi lebih baik, dan bisa diterima kembali oleh masyarakat. Semoga nantinya mereka bisa mengedepankan akhlakul karimah," ungkapnya.

Dijelaskannya, acara khataman Alquran secara internal sudah sering dilaksanakan oleh Lapas Kesambi, namun, untuk khataman se-Nusantara ini merupakan yang kali pertama. Kegiatan ini, lanjutnya, memecahkan rekor MURI.

"Baru kali ini warga binaan se-Indonesia sebanyak 50 ribu sama-sama khatam Alquran dalam waktu bersamaan," jelasnya.

Salah seorang peserta khataman yang juga pengurus Masjid Al-Hidayah, Yusuf mengatakan, sangat termotivasi dengan adanya kegiatan khataman Alquran atau Nusantara Mengaji tersebut.

"Ada motivasi tersendiri. Saya jadi lebih mengedepankan Alquran, dengan adanya pembinaan Alquran ini," kata Yusuf.

Ia berharap, program Nusantara Mengaji akan membuat warga binaan paham tentang Alqruan dan termotivasi untuk kembali ke jalan yang benar. "Mereka akan mengerti sedikit demi sedikit. Kami pun akan bisa menjadi lebih baik, diterima masyarakat kembali," ucapnya.

Yusuf merupakan warga binaan yang terjerat kasus Undang-Undang Perlindungan Anak. Yusuf divonis sembilan tahun penjara. Dan, tahun depan merupakan tahun terakhir dirinya di Lapas Kesambi.

"Saya lahir di Tasikmalaya, domisilinya Indramayu. Selama di sini aktivitas saya lebih banyak belajar ngaji dan memperbaiki aqidah," terangnya. (Hasan Hidayat)

Loading Komentar....
loading...