fajarnews

Kabupaten Cirebon Sebenarnya Bisa Surplus Darah jika...

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 13:45 WIB

Nawawi
Seluruh perwakilan Muspika Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon tampak antusias mengikuti bakti sosial donor darah yang digelar di Balai Desa Babakangebang.*

Fajarnews.com, CIREBON- Kebutuhan akan darah di Kabupaten Cirebon yang selama ini masih defisit sekitar 1.300 labu per bulan sebenarnya bisa didongkrak untuk terpenuhi. Bahkan bisa surplus jika ada komitmen bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal itu disampaikan pengurus PMI Kabupaten Cirebon saat menggelar donor darah di Balai Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon, Kamis (20/4).

Kepala P2D2S PMI Kabupaten Cirebon, Eti Susila memaparkan, stok labu darah di PMI Kabupaten Cirebon saat ini di kisaran 1.700 labuh. Untuk memenuhi kebutuhan sekitar 3.000 labuh tiap bulan, pihaknya masih kekurangan.

Upaya pihak PMI untuk menggandeng instansi, sekolah, komunitas dan lainnya masih belum mendapat respons maksimal. Baru beberapa instansi saja yang sudah secara rutin menggelar, salahsatunya Pemerintah Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan.

“Yang kami harapkan pemdes lain bisa mengikuti jejak dari pemdes Babakangebang ini agar kekurangan stok darah bisa terpenuhi,” harapnya.

Dijelaskannya, jika dihitung secara matematika, jumlah desa yang ada di Kabupaten Cirebon sebanyak 412 desa dan 12 kelurahan dan semua bisa bergerak aktif dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan darah.

Misalkan dalam sebulan perdesa bisa menyediakan 10 orang pendonor saja sudah bisa dipastikan stok darah PMI Kabupaten Cirebon bisa surplus dari kebutuhan dan menjadi salahsatu wilayah lumbung darah.

“Tinggal bagaimana upaya kita bersama-sama untuk bisa menggerakkannya. Kita juga terus mendorong komunitas dan organisasi untuk bisa melaksnakan donor secara rutin,” papar Eti.

Eti juga berpesan kepada seluruh masyarakat dengan mendonorkan darah bukan hanya bukti bahwa kita peduli terhadap sesama, tetapi mendonorkan darah adalah upaya kita untuk hidup sehat. Menurutnya di tahun 2020 donor darah akan menjadi life style (gaya hidup) manusia karena sehat menjadi kebutuhan.

“Tahun 2020 donor darah sudah menjadi life style. Mari kita menjadi pendonor, selain kita menyelamatkan nyawa orang lain, kita juga bisa hidup sehat. Jadi alaasan apalagi jika masih enggan menjadi pendonor darah,” paparnya.

Sementara itu Kuwu Desa Babakangebang, Yenio Setiati menambahkan, kegiatan rutin donor darah yang digelar di desanya setiap pertiga bulan selalu dikaitkan dengan moment hari besar nasional.

Sekarang yang digelar bertepatan dengan peringatan hari Kartini, pihaknya snegaja mengundang para Kartini yang ada di Desanya serta wilayah sekitar Kecamatan Babakan untuk bisa menjadi pendonor.

“Kebetulan momennya pas dengan Hari Kartini, kita sengaja mengundang banyak para Kartini yang ada di Cirebon Timur, dan Alhamdulillah responnya disambut sangat baik,” paparnya. (Nawawi)

Loading Komentar....
loading...