fajarnews

Waspada! Ibu Rumah Tangga juga Bisa Kena HIV

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 08:55 WIB

Nawawi
Pengurus KPA Kabupaten Cirebon melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga tentang cara penularan virus HIV di Desa Babakangebang.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Saat ini penularan Human Immunodeficiency Virus  (HIV) yang dapat menyebabkan penyakit AIDS di Kabupaten Cirebon terus meningkat. Korbannya saat ini sudah merambah ke ibu-ibu rumah tangga bahkan bayi.

Jika tidak diberikan pemahaman dan pengertian cara penularannya, dipastikan penularannya akan cukup besar. Hal itu disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cirebon saat melakukan sosialisasi HIV dan AIDS di Balai Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/4).

Menurut pengurus KPA Kabupaten Cirebon, Aip Syarifudin, dulu HIV menyerang para wanita nakal atau Pekerja Seks Komersial (PSK), laki-laki nakal, waria dan gay. Tetapi saat ini sudah merambah kepada ibu rumah tangga dan bahkan bayi.

Dikatakan Aip, mereka tertular kebanyakan dari suaminya, hal itu menjadi sangat mengkhawatirkan sehingga perlu adanya pemahaman tentang HIV, cara penularannya seperti apa. Karena, jika tidak tahu maka potensi penularannya cukup besar.

“Kalau tidak paham, tidak mengerti cara penularannya seperti apa maka potensi penularannya cukup besar,” jelasnya.

Dikatakannya, di wilayah Timur Kabupaten Cirebon saat ini cukup lumayan besar peningkatan yang tertular HIV. Virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS dan beberapa diantaranya yang tertular adalah ibu rumah tangga dan bayi.

Soal HIV kata dia, saat ini masyarakat masih tabu namun pada prinsipnya pihaknya berfikir bahwa semua orang terkena HIV sebagai langkah kehati-hatian.

Untuk itu dirinya berharap agar yang telah mendapatkan informasi tentang bagaimana proses HIV menular untuk bisa getok tular kepada oerang-orang terdekat di sekitar tempat tinggalnya.

“Jangan malu, segera lakukan tes HIV ke puskesmas atau ke rumah sakit. Sudah saatnya kita menjaga diri, keluarga dan orang yang kita sayangi dari penularan HIV,” harapnya.

Ditambahkan Aip, ada diantara mereka yang telah tertular HIV namun tidak diketahui saat ini keberadaannya dan mereka masih berkeliaran dan berpotensi untuk menularkan kepada orang lain. Untuk itu pihaknya berharap jika telah dilakukan tes dan dinyatakan positif, hendaknya segera melakukan pengobatan rutin ke rumah sakit atau puskesmas.

Selain itu kata Aip, selalu menggunakan alat pengaman saat melakukan hubungan biologis, tetap menjaga kesehatan makan tidur teratur serta hindari alkohol dan tidak sembarang minum obat.

“Orang yang tertular HIV tidak bisa dilihat dari penampilan fisiknya saja. Virus HIV memang belum dapat ditaklukan, tetapi orang yang tertular HIV tetap hidup sehat dengan pengobatan ARV,” tandasnya. (Nawawi)

Loading Komentar....
loading...