fajarnews

Dave Siap Rebut E 1 di Pilbup Cirebon 2018

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 07:25 WIB

Suhanan
Ketua DPD Partai Golkar Kabupten Cirebon, Dave Laksono menyatakan kesiapannya untuk nyalon Bupati Cirebon.*

Fajarnews.com, CIREBON- Pertarungan pada pilkada 2018 mendatang di Kabupaten Cirebon dipastikan bakal sengit dan membutuhkan energi yang luar biasa.

Sebab selain akan melawan incumbent, sejumlah tokoh yang memiliki kemampuan untuk membangun dan membawa perubahan Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik juga mulai bermunculan.

Seperti halnya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Satori, Ketua PKB Kabupaten Cirebon, M Luthfi, pengusaha muda yang juga mantan calon bupati H. Rakhmat, Ketua DPD NasDem Kabupaten Cirebon Sukaryadi, tokoh Cirebon Timur H Tarmadi, Ketua FKKC Moh. Carkim, anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dian Herawati  dan dari birokrat H. Kalinga yang sudah gencar turun ke bawah, serta Dr Iis Krisnandar.

Bukan hanya itu, istri orang nomor satu Kabupaten Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih dikabarkan juga akan ikut bertarung di Pilkada 2018 mendatang. Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Dave Laksono siap maju untuk merebut kursi E 1 dan bersaing dengan figur-figur lainnya.

Hal itu ditegaskan Dave Laksono di hadapan awak media, usai mendeklarasikan Dedi Mulyadi untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018 di kawasan Tuparev, Kedawung Kabupaten Cirebon, Kamis (20/4).

Anggota Komisi 1 DPR-RI itu dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk maju dan siap memenangkan pilkada 2018 di Kabupaten Cirebon. “Saya menyatakan siap untuk maju pada Pilbup 2018 nanti,” tegas Dave.

Golkar pun memberikan kesempatan dan membuka pendaftaran bakal calon bagi bakal calon di luar Partai Golkar. “Bukan saya menutup pintu. Saya tetap membuka pintu bagi kader internal maupun eksternal untuk maju,” jelasnya.

Dave membeberkan, tim penjaringan bakal calon akan dibentuk dengan total anggota delapan orang. Dirinya akan memimpin proses penjaringan tersebut dan tim ini akan menyiapkan segala sesuatunya.

Bakal calon pun tidak akan dipungut baiaya (gratis), yang penting semua persyaratan terpenuhi. “Mulai Selasa nanti tim mulai bekerja. Kita akan siapkan formulirnya beserta lampiran yang berisikan syarat dengan petunjukan pelaksana (Juklak) yang ada,” tegasnya.

Usai pendaftaran bakal calon, sambungnya, Partai Golkar akan melakukan survei ke 3.500 responden. “Kami gratiskan. Tidak ada mahar, siapa saja silahkan,” katanya. Hasil survai itulah yang akan menentukan siapa yang akan mendapatkan rekomendasi dati pusat. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...