fajarnews

100 Napi Lapas Kelas II B Indramayu Khatam Alquran

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 13:45 WIB

Agus Sugianto
Warga binaan (narapida) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Indramayu khataman Alquran di Masjid Attaqwa Lapas Indramayu.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Ratusan warga binaan (narapida) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Indramayu berhasil mengkhatamkan Alquran bersama sejumlah ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua PCNU Kabupaten Indramayu, Kamis (20/4).

Pembacaan ayat-ayat suci Alquran ini juga diikuti anggota dewan dan bagian kesra Pemkab Indramayu. Dengan mengenakan baju warna putih dan peci di atas kepala, mereka mengaji di dalam Masjid Attaqwa Lapas Indramayu dengan penuh kekhusyukan.

Sebanyak 100 warga binaan dan 30 petugas lapas bertekad bisa mengkhatamkan Alquran. Mereka pun dibagi menjadi empat kelompok, dan mulai membaca Alquran sejak pukul 07.30 WIB hingga sebelum Salat Dzuhur.

"Ini dalam rangka menggairahkan minat baca Alquran di kalangan warga binaan,’’ kata Kepala Lapas Indramayu, Sulistyadi.

Sulistyadi menambahkan, khataman Alquran yang dilakukan warga binaan di lapas yang dipimpinnya itu juga dilaksanakan secara serentak oleh warga binaan lain dari lapas se-Indonesia. Kegiatan itu pun memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Sulistyadi mengungkapkan, untuk kegiatan khataman Alquran warga binaan tersebut, institusinya menjalin kerjasama dengan MUI dan Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Indramayu. Bahkan, tak hanya berhenti di kegiatan khataman tersebut, kerjasama itu juga akan terus berlanjut.

Untuk itu, usai Khataman Alquran, Lapas Indramayu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan NU Indramayu guna pembinaan kerohanian agama Islam bagi para warga binaan di Lapas Indramayu.

"Dengan adanya kerjasama dengan NU, maka lapas ini sekaligus sebagai pesantren bagi warga binaan,’’ ujarnya.

Salah seorang warga binaan, Didik mengaku sangat senang bisa turut serta dalam kegiatan khataman Alquran tersebut. Dia mengatakan, bersama teman-temannya telah melakukan persiapan sejak sehari sebelumnya. ‘’Kami juga ikut pesantren kilat dulu di sini,’’ ungkapnya.

Didik mengatakan, membaca Alquran mendatangkan rasa tenang di hati. Dia pun bertekad akan terus membacanya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...