fajarnews

Ratusan Nelayan Minta Alat Tangkap Dogol Tidak Dilarang

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 10:15 WIB

Agus Sugianto
Ratusan nelayan kecil mengadu ke Anggota DPR RI agar alat tangkap dogol tidak dilarang.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Ratusan nelayan dan istri nelayan Kabupaten Indramayu menginginkan agar alat tangkap dogol tetap beroperasi, dan tidak ada larangan dalam penggunaannya.

Permintaan itu disampaikan para nelayan saat kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) 4 Pilar Kebangsaan yang digelar anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono ST di Kampung Nelayan Blok Glayem, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/4).

Dikatakan Wanto, salah satu nelayan, jika penggunaan dogol yang dilarang, nelayan kecil akan menjerit, pasalnya, mereka mencari makan dengan alat tersebut.

"Ya kalau pakai dogol, katanya nanti dioperasi, ditangkap, dipenjara, terus kami nelayan kecil bagaimana untuk cari makan, sedangkan mereka bekerja mencari makan dengan mengunakan alat tersebut,” jelasnya.

Jika dogol dilarang, lanjut Wanto, maka nelayan tidak bisa melaut, karena dari dulu nelayan tradisional  mengandalkan dari hasil melaut menggunakan dogol untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Terus terang kami ya bingung, kalau tidak melaut cari ikan, mau kerja di mana lagi, sedangkan nelayan yang pakai dogol itu dilarang," keluhnya.

Warga lainnya, Dasikin (45), nelayan asal Glayem Juntinyuat menuturkan, jika dogol tetap dilarang, nelayan ingin ganti rugi jaring teri atau kursin waring. "Bagi nelayan harian yang berangkat pagi pulang sore, alat jaring tidak terlalu diperlukan, jika kursin waring kan bisa untuk harian," ungkapnya.

Sementara menanggapi itu, Ono Surono ST mengaku sudah menampung semua aspirasi di setiap daerah, dengan permasalahan yang sama, bahwa nelayan tidak siap jika penggunaan dogol dilarang.

"Bantuan 11 pcs dengan panjang 500 meter, sementara nelayan membutuhkan 2.500 meter dan perlu 35pcs per kapal. Harus ada tambahan lagi, sementara nelayan tradisional hanya mengandalkan dari hasil harian untuk kebutuhan sehari-hari, tidak bisa membeli alat yang masih kurang itu," jelasnya.

Dikatakannya, aspirasi nelayan tentang penggunaan dogol yang dilarang tersebut akan disampaikan kepada kepala kantor staf presiden dan akan langsung ke presiden. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...