fajarnews

Penipu Emas Divonis Lima Tahun Penjara

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 April 2017 | 07:45 WIB

Agus Sugianto
Sidang pelaku penipuan emas di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Indramayu, Kamis (20/4).*

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Pasangan suami istri asal Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Didik  bin Ridwan (50) serta Syariah Andiriani bin Wartana (32) divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Indramayu, Kamis (20/4).

Kedua terdakwa tersebut terbukti bersalah melanggar pasal 378 junto pasal 65 karena telah melakukan penipuan dengan modus kerjasama emas terhadap lebih dari satu orang pada agenda sidang vonis yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

“Mengadili, menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 378 junto pasal 6, menjatuhkan hukuman selama 5 tahun penjara,” tegas Hakim Ketua Nugroho P. Hendro SH.

Amar putusan dalam sidang penipuan emas tersebut disambut para korban meski dalam perjalanan agenda sidang tersebut beberapa kali molor dari jadwal Pengadilan Negeri Indramayu.

Salah satu korban penipuan emas miliaran rupiah, Hj. Pateri mengatakan, pihaknya merasa lega dengan adanya hasil keputusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Indramayu yang mengvonis kedua terdakwa lima tahun penjara. 

“Tuntutan ini sepadan yang diberikan oleh kedua terdakwa atas tindakan yang melanggar hukum, karena tindakan keduanya ini banyak merugikan warga,” ungkapnya.

Pihaknya pun dalam waktu dekat akan melaporkan kembali kedua terdakwa atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasi Pidum Kejari Indramayu, Jaya P. Sitompul saat di temui fajarnews.com di ruanganya menuturkan, pihaknya memberi alasan mengapa kedua terdakwa yang didakwakan  pasal 378 junto pasal 65 dengan ancaman maksimal empat tahun kemudian dituntut 5 tahun penjara melihat fakta fakta di persidangan karena berbarengan dengan perbuatan pidana

“Nah dalam pasal 65 ayat satu ini disebutkan bahwa jika perbuatan itu dianggap berdiri sendiri artinya lebih dari sekali, maka selain ancama pidana pokoknya itu bisa diperberat sepertiga dari ancama pokoknya,” jelasnya.

Jadi dalam konteks ini, lanjut dia, apa yang dilakukan oleh penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Indramayu dengan menuntut terdakwa selama lima tahun secara yuridis formil telah sah ditambah lagi dengan fakta-fakta sidang begitu banyaknya jumlah korban.

Seperti diketahui, dalam aksinya, pelaku DK (50) dan SYA (32) untuk memperdaya para korbannya, keduanya kerap menjanjikan keuntungan bagi hasil dengan nilai lebih dan sepuluh persen dari total investasi yang disetorkan, pelaku juga mengaku memiliki investasi usaha di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon serta Kabupaten Cirebon, bahkan pelaku kerap mengunakan sejumlah peralatan mistis untuk mengelabui korbanya. (Agus Sugianto)

 

Loading Komentar....
loading...