fajarnews

Januari-April 2017, Pos SAR Cirebon Tangani 15 Kejadian

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 20 April 2017 | 17:05 WIB

Andriyana
Dalam penanganan tanggap darurat bencana, SAR bersinergi dengan potensi SAR dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD dan Tagana.*

Fajarnews.com, CIREBON- Selama periode Januari sampai dengan April 2017, Pos SAR Cirebon telah menangani 15 kejadian musibah bencana di wilayah Ciayumajakuning. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding 2016 lalu.

Koordinator Pos SAR Cirebon, Nono Warsono menyebutkan, jumlah tersebut meningkat dibanding sepanjang 2016 lalu sebanyak 39 kejadian.

“Dari jumlah musibah yang kami tangani di wilayah Ciayumajakuning tahun kemarin mayoritas orang tenggelam di sungai dan banjir. Untuk perbandingan dengan tahun ini sampai dengan April ada peningkatan,” ungkapnya kepada FC saat ditemui di kantor Pos SAR Cirebon, Rabu (19/4).

Pos SAR Cirebon merupakan unit pelaksana teknis di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) yang berada dibawah tanggungjawab operasional Kantor SAR Bandung. Dari luas wilayah yang ditangani di Ciayumajakuning, dalam pelaksanaan tugasnya Pos SAR Cirebon didukung kekuatan 22 personil.

“Dari jumlah itu sebanyak 12 personil berjaga di kantor dan 10 personil lagi yang stanby di kapal dan melakukan patrol setiap saat,” ungkap Nono yang mengatakan dalam penanganan tanggap darurat bencana bersinergi dengan potensi SAR yang ada dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD dan Tagana .

Nono menambahkan, Pos SAR Cirebon memiliki 3 kapal untuk mendukung pelaksanaan tugas yang ditempatkan di Pelabuhan Cirebon. Ketiga kapal tersebut masing-masing kapal Ruber Boat (RB) 2016 yang memiliki panjang 36 meter dan dua jenis kapal lainnya dengan panjang 9 dan 12 meter.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, S. Riyadi, S.Sos., MM mengakui adanya peningkatan jumlah musibah bencana yang ditangani oleh SAR tahun ini di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2016 lalu, Kantor SAR Bandung mencatat telah menangani 126 musibah bencana di berbagai wilayah Jawa Barat. Bencana yang terjadi meliputi Tanah Longsor dan Banjir.

“Rawan bencana terjadi hampir di semua daerah di Jawa Barat. Terbanyak memang banjir. Tahun lalu rata-rata 10 kejadian yang kami tangani setiap bulannya. Dan tahun ini sampai dengan April ada 39 kejadian, ada peningkatan. Dalam pelaksanaan tugas, SAR melakukan pencarian, pertolongan, proses evakuasi, dan penyelamatan jiwa manusia dalam musibah atau bencana” ungkapnya saat dihubungi fajarnews.com via telepon seluler, Rabu (19/4).

Saat ini, jumlah personil yang dimiliki Kantor SAR Bandung ada sebanyak 79 personil. Selain memiliki Pos SAR Cirebon, Kantor SAR Bandung juga tengah membangun Pos SAR Tasikmalaya.

“Kami sedang membangun Pos SAR Tasik yang diperkirakan bulan Julia tau Agustus nanti sudah bisa beroperasi. Pos SAR Tasik ini akan tugasnya meliputi wilayah Banjar, Garut sampai Pangandaran,” pungkasnya. (Andriyana)

Loading Komentar....
loading...