fajarnews

Banjir Kiriman Kembali Rendam Pemukiman Warga Cikamangi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 22:37 WIB

Munadi
Suasana perkampungan Cikamangi yang dilanda banjir kiriman.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Banjir kiriman kembali terjadi di Sungai Cikamangi I dan II, Selasa (18/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Meski tidak separah banjir beberapa bulan yang lalu, namun peristiwa tersebut kerap membuat masyarakat di Blok Cikamangi, Desa Leuwenghapit, Kecamatan Ligung cemas.

Informasi yang dihimpun fajarnews.com, banjir kemarin malam sedikitnya merendam tiga unit rumah dan puluhan hektare sawah bengkok milik Pemdes Leuwenghapit.

Penjabat Kepala Desa Leuwenghapit, Wawan Ridwan mengatakan secara umum, musibah banjir di wilayahnya bukan disebabkan intensitas hujan deras di wilayah Ligung. Melainkan hujan turun di wilayah hulu sungai kembali mengakibatkan debit air Sungai Cikamangi meluap.

“Sejak kemarin malam, pemdes bersama masyarakat berjaga khawatir air kiriman tersebut semakin tinggi. Namun tiga jam kemudian tepatnya Rabu (19/4) sekitar pukul 01.00 WIB kondisi air mulai surut. Air tidak sempat masuk ke pemukiman masyarakat karena ketinggian hanya mata kaki orang dewasa,” tuturnya.

Dijelaskan Wawan, pemerintah daerah harus berupaya lebih menyikapi persoalan banjir yang ada diwilayah Cikamangi. Terutama memperbaiki kondisi hulu sungai akibat sedimentasi dan pendangkalan. Terlebih beberapa titik diantaranya tanggul sungai Cikamangi tersebut jebol.

“Kami berharap pemerintah melalui instansi terkait kembali membuat upaya terutama memperbaiki kondisi hulu sungai. Karena dilokasi titik banjir memang sudah diminimalisir dengan membuat tanggul dan betonisasi jalur alternatif Leuwenghapit menuju Bantarwaru. Tetapi upaya lain tentunya merehab kondisi tanggul diwilayah hulu sungai,” pintanya.

Beruntung akibat musibah tersebut, tidak ada sejumlah sarana lain mengalami kerusakan maupun kerugian. Terutama puluhan hektare sawah bengkok milik Pemdes Leuwenghapit. Beberapa lahan sawah disekitar sungai Cikamangi juga belum sempat ditanami. Sehingga tergolong aman.

Salah seorang warga setempat, Kartono berharap kondisi tanggul dan sungai dihulu segera diperbaiki. Karena masyarakat disekitar setiap malam terutama saat memasuki musim hujan selalu cemas karena khawatir banjir kiriman selalu menjadi langganan.

“Jika tidak ada upaya perbaikan hulu sungai terutama memperbaiki tanggul dan normalisasi maka banjir langganan akan selalu terjadi diwilayah Cikamangi. Kami berharap pemda Majalengka memikirkan nasib masyarakat Leuwenghapit tepatnya di Blok Cikamangi ini,” harapnya. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...