fajarnews

DSPPPA Gelar Bimtek Penanganan Responsif Gender

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 18:05 WIB

Ali Al Faruq
Foto bersama usai pembukaan acara bimbingan teknis Perencanaan Penanganan Responsif Gender (PPRG).*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Kuningan menggelar bimbingan teknis Perencanaan Penanganan Responsif Gender (PPRG) di Aula Wisma Permata, Selasa (18/4).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Hj. Iin Hartini menyampaikan, tujuan dari kegiatan bimtek yaitu dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Masih terdapat ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender sehingga diperlukan strategi pengintegrasian gender. 

"Yakni melalui perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, penganggaran, dan pemantauan. Kemudian evaluasi atas kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan di daerah," kata Iin.

Dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender tersebut, lanjut Iin, perlu adanya upaya percepatan implementasi pengarusutamaan gender dan meningkatkan kinerja tim fungsional focal point pada seluruh satuan organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Kuningan. 

Dari hasil bimtek tersebut, Iin berharap, perubahan pola pikir dalam sistem perencanaan program dan kegiatan SOPD agar lebih responsif gender. Lalu, keterbukaan dalam memberikan informasi dan data tentang masalah ketimpangan gender dan potensi sumber pemecahannya. 

"Potensi sumber daya dan kemampuan yang dimiliki SDM untuk mengantisipasi dan memecahkan ketimpangan gender. Kemudian, komitmen terhadap pelaksanaan pengarusutamaan gender dan terkumpulnya dokumen perencanaan serta penganggaran responsif gender," jelas Iin. 

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ir. H. Dodi Nurochmatuddin mengatakan, pemerintah daerah telah berkomitmen melaksanakan percepatan pengarusutamaan gender. Sebagaimana amanat instruksi presiden No. 9 tahun 2000, bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. 

"Untuk itulah, bidang pemberdayaan perempuan yang berada di DSPPPA terus berupaya nyata dalam percepatan penganekaragaman gender, guna meningkatkan kualitas hidup perempuan dan perlindungan perempuan," ungkap Dodi. 

Persoalan penting dalam mendorong misi pembangunan Kabupaten Kuningan, lanjut Dodi, yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui penanaman nilai Agama, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, daya saing, dan pengarusutamaan gender dalam kehidupan berbudaya dan harmonis. 

Melalui Bimtek, Dodi berharap perencanaan dan penganggaran responsif gender mampu terintegrasi dalam sistem perencanaan daerah, mampu mendongrak indikator pembangunan gender, dan mampu mendongrak nilai pada evaluasi pembangunan pemberdayaan dan perlindungan anak dari presiden RI pada tahun mendatang. (Ali)

Loading Komentar....
loading...