fajarnews

Doakan Ulama dan Bangsa, GP Ansor Adakan Ziarah Kubur

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 12:45 WIB

Sopandi
Ketua GP Ansor Kuningan KH. Didin Misbahudin (paling depan) memimpin rombongan ziarah mendoakan ulama yang dikunjunginya.*

 

Fajarnews.com, KUNINGAN- Gerakan Pemuda Ansor Kuningan terus mewujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  secara lahir batin. Setelah sebelumnya terlibat menolak organisasi atau kelompok yang dinilai mengganggu pilar-pilar kebangsaan, kali ini mereka bermunajat memohon doa melalui ziarah kubur.

Dalam ziarah itu, sedikitnya 200 anggota Ansor Kuningan memohon keselamatan bagi para ulama dan Bangsa Indonesia. Diakui Ketua Ansor KH. Didin Misbahudin sekaligus ketua rombongan, ziarah kubur itu dilakukan sebagai tawasulan kepada ulama dan orang soleh terdahulu, memohon keselamatan bangsa dan negara yang belakangan dinilai carut marut.

Dikatakannya, kebhinekaan dan persatuan bangsa yang tampak mulai rapuh dan mudah terkoyak, dan begitu banyak kalangan yang kehilangan akal dan rasionalitasnya dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di tanah air.

“Kami doakan para pejuang dan ulama-ulama terdahulu yang sudah lebih awal meninggalkan kami. Kami doakan juga para ulama dan kiai sepuh yang saat ini sedang berjuang untuk tanah air. Dan yang terakhir kami doakan juga bangsa kita ini supaya terhindar dari perpecahan,” kata Didin melalui telepon selulernya, Selasa (18/4).

Dia menyebutkan, selain mendo’akan semua pihak elemen bangsa, ziarah itu dilaksanakan untuk silaturahmi keluarga Anhor Kuningan sekaligus mengenang kebesaran, kemuliaan akhlak, dan jasa para ulama terdahulu. Dia berharap, dengan mengenal lebih dalam masing-masing tokoh yang dikunjunginya itu, para pengurus dan anggota Anshor Kuningan bisa mentauladani dan mencontoh kebaikan dan jasa yang pernah dilakukan para pendahulunya.

“Dengan ziarah ini mudah-mudahan bisa mengenal lebih dekat dekat para pendahulu bangsa. Menauladani apa yang pernah dilakukannya, terutama untuk agama dan tanah air. Lebih lagi ketika kondisi social tanah air yang kerap tidak menentu, kami terpanggil untuk berdoa demi kemanusiaan, kebangsaan, dan kedamaian,” tuturnya.

Didin menerangkan, ziarah yang dilakukannya itu berlabuh di empat sosok ulama besar dan mashur di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syeh Qurotul’ain atau Syekh Quro di Pulobata Karawang, Habib Hasan Alhadad atau Mbah Priuk di Jakarta dan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al-Atas atau Habib Muhammad Empang di Banten.

“Insyaallah dua hari dua malam perjalanan selesai. Kami awali dari Makam Sunan Gunung Jati, Kemudian ke Karawang, Jakarta, dan terakhir ke Banten. Mudah-mudahan, tebaran doa dan permohonan kepada Allah di tempat-tempat yang dianggap kramat ini, energy doa dan rahmatnya bisa menyebar ke daerah yang kami kunjungi,” kata Didin. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...