fajarnews

Perda Miras Dinilai Mandul  

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 08:25 WIB

Ilustrasi
-

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Korban tewas akibat minuman beralkohol masih terus berjatuhan. Padahal Kabupaten Majalengkan telah memiliki perda tentang minuman keras atau beralkohol sudah sangat lama.

Hal itu menjadi indikasi masih lemahnya penegakan, sehingga Perda Miras terkesan mandul. Hal itu disampaikan sejumlah kalangan terkait masih terus berjatuhannya korban yang disebabkan oleh minuman beralkohol.

Tokoh masyarakat Majalengka Ali Hambali mengatakan, dibuatnya perda tentunya memiliki tujuan mulai agar Kabupaten Majalengka bisa terbebas dari peredaran berbagai jenis minuman haram. Namun kenyataanya meski Kabupaten Majalengka telah memiliki Perda Miras, korban akibat menenggak minuman memabukan itu masih terus terjadi.

“Tentunya ini membuat kita prihatin karena perangkat aturannya sudah ada, hanya penenerapanya saja yang masih kurang, sehingga keberadaan Perda Miras terkesan kurang greget,” katanya, Selasa (18/4).

Harusnya, kata Ketua Ormas Sarekat Islam (SI) Majalengka ini, pemerintah dapat lebih mengoptimalkan para aparatnya untuk benar-benar melaksanakan peraturan daerahnya, khususnya yang berkaitan dengan menyangkut minuman keras.

”Kalau aparaturnya lebih tegas lagi, saya yakin Perda Miras akan lebuih bertaji, dan korban tidak terus berjatuhan,” tegasnya.

Hal senada dikatakan beberapa kalangan masyarakat lainnya. Menurut mereka meski telah ada Perda Miras, namun minuman keras berbagai merk masih bisa di dapat di wilayah Majalengka.

Bahkan ketika bulan puasa sekalipun. “Ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi sekarang ini tempat hiburan malam mulai bermunculan, mestinya razia lebih diperketat,” kata Andri, tokoh pemuda Majalengka.

Ia menambahkan, selain razia para penjualnya juga diberikan sanksi yang  lebih berat. “Kalau hanya tipiring mereka tidak akan pernah kapok,”ujarnya. (Abdur Rakhman)

Loading Komentar....
loading...