fajarnews

PKS Akan Usung Cagub yang Miliki Elektabilitas Tinggi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 14:45 WIB

Agus Sugianto
Anggota Komisi IV DPR RI, Mahfudz Siddiq bersama beberapa kader PKS Indramayu.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat ( Jabar) pada 2018 mendatang akan dimeriahkan sejumlah kandidat yang memiliki kemampuan menjadi calon nomor 1 di Provinsi Jabar.

Tak mau kalah dengan NasDem yang terlebih dulu mengusung Ridwan Kamil, PKS menyatakan akan kembali mengusung kader terbaiknya pada Pilkada 2018 mendatang.

“Yang menjadi pertimbangan, pertama elektabilitas calon itu sendiri, karena ini penting di pilkada dan sangat menentukan. Kemudian yang kedua modal politik koalisi yang sudah ada yang tentu berpeluang dalam menghadapi pilkada nanti,’’ kata Anggota Komisi IV DPR RI dari PKS, Mahfudz Siddiq, belum lama ini.

Pihaknya mengaku sudah melakukan penjaringan bakal calon (bacalon) untuk pilgub mendatang di antaranya ada Ketua DPW Ahmad Syaikhu, Netty, istri Gubernur Ahmad Heryawan, dan H. Tate Komarudin. 

“Ketiga nama ini sudah dikerucutkan untuk maju dalam pilgub, tinggal memang nanti ada proses lanjutan yang akan segera dilakukan untuk DPW mengambil keputusan satu nama,” jelasnya.

Setelah itu, kata Mahfudz,  nama yang diputuskan  akan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan maju dalam pilgub mendatang dari PKS. Pihaknya pun dalam hal ini memungkinkan akan melakukan koalisi dengan partai lain melihat dari jumlah kursi di PKS saat ini.

“Kita pasti akan melakukan koalisi, dengan siapa akan berkoalaisi kita belum tahu. Yang jelas sebelum PKS menjalin komunikasi dengan partai-partai lai termasuk kandidat lain, PKS akan mengkerucutkan nama terlebih dahulu menjadi satu untuk diusung nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Daerah Dakwah 4 DPW PKS Provinsi Jabar, Ruswa mengatakan, pihaknya akan fokus menjaring respons masyarakat, karena jika kader PKS ingin maju pada Pilgub Jabar maka harus menang. “Ke depan bacalon ini nantinya dilakukan tahap uji publik,” ucapnya.

Terkait adanya wacana penggalangan kekuatan partai politik secara besar-besaran pada Pilgub Jabar 2018, seperti halnya Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pada Pemilihan Presiden 2019, ia menilai konstelasi politik Pilgub Jabar saat ini masih sangat cair, sehingga belum tentu tercapai secara konsolidasi ataupun tidak sama sekali, mengingat banyak faktor yang kerap muncul dalam politik. (Agus Sugianto)

 

Loading Komentar....
loading...