fajarnews

Access Road PLTU II Timbulkan Masalah Baru

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 12:05 WIB

Robi Cahyadi
Pekerjaan Access Road PLTU II Indramayu yang dilaksanakan PT. DASP telah berjalan tiga pekan.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Pelaksanaan pekerjaan Access Road (AR) PLTU II Indramayu yang sudah berlangsung sekitar tiga pekan, masih belum ada kejelasan yang pasti tentang masalah titik pembuangan tanah yang optimal.

Mengingat pekerjaan senilai Rp 18,5 miliar yang dilaksanakan  PT. Dwi Agung Sentosa Pratama (DASP) untuk pembangunan Access Road dengan panjang sekitar 900 meter dan lebar 25 meter tersebut, diawali dengan membuang tanah setempat hingga kedalaman 2 meter, sehingga akan menghasilkan limbah puluhan ribu ton berupa tanah lokal yang harus dikeluarkan.

Meski begitu, pihak DASP akan mencoba menarik bantuan warga sekitar dengan menyediakan armada sendiri manakala mereka (warga-red) membutuhkan limbah tanah galian tersebut untuk kepentingan pribadi.

Padahal, nilai project dengan angka yang cukup fantastis tersebut sudah mengakomodir kebutuhan anggaran per item pekerjaan, termasuk biaya pembuangan tanah sampai ke titik disposal (tempat pembuangan tanah-red) yang dituju.

Seperti yang diakui Project Manager (PM) PT. DASP, Sri Susilo, ketika ditemui fajarnews.com di gedung PLTU I Indramayu, Selasa (18/4).

"Saat ini kami masih mencari tempat disposal yang cukup luas, dengan prioritas kebutuhan sarana pemerintah dan sosial, dengan ketersediaan armada dari perusahaan, salah satunya halaman kantor Kecamatan Sukra," ujarnya.

Akan tetapi, jika masyarakat menghendaki untuk kepentingan lahan pribadi maka pihak DASP akan melayani dengan syarat harus menyediakan alat transportasi sendiri, sehingga akan meringankan beban perusahaan tentang biaya operasional pembuangan tanah.

"Kami berupaya meminimalisir biaya operasional dengan begitu anggaran yang dikeluarkan perusahaan akan lebih efesien, dengan bantuan masyarakat sekitar yang membutuhkan tanah limbah Access Road tersebut," terangnya. (Robi Cahyadi)

Loading Komentar....
loading...