fajarnews

Dua Mantan Kuwu Ditahan Kejari Majalengka

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 18 April 2017 | 23:32 WIB

Munadi
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Leila Qadria Puspitarini M, saat dikonfirmasi terkait penahanan dua mantan kuwu atas dugaan korupsi.*

 

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Majalengka resmi telah menahan dua  mantan kepala desa karena terlibat kasus korupsi.

Untuk sementara kedua tersangka selama 20 hari ke depan diamankan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Majalengka, sebelum nantinya dipindahkan ke Lapas Tipikor Sukamiskin Bandung, untuk menjalani persidangan.

Kepala Kejari Majalengka M. Iwa Suwia Pribawa melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Leila Qadria Puspitarini M menjelaskan, kedua tersangka diamankan dengan kasus yang berbeda.

Untuk tersangka Sahar (45 tahun) bin Jamsa, terlibat dalam dua kasus dugaan korupsi yakni Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp100 juta bantuan Pemkab Majalengka tahun 2014 dan dana bantuan peningkatan fasilitas infrastruktur dari Pemprov Jabar sebesar Rp 100 juta.

“Tersangka Sahar merupakan mantan Kepala Desa Babakan Kareo, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Kerugian negara dari kedua kasus itu sebesar Rp 123.424.000,00,” kata dia kepada awak media, Selasa (18/4).

Kemudian, kata Leila, tersangka satunya H. Nano Hidayat (41) bin Aon Imamudin merupakan mantan Kepala Desa Jatipamor, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Ia telah melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan bantuan keuangan pemerintah desa fasilitas peningkatan infrastruktur perdesaan tahun 2013 dalam program renovasi kantor kepala desa setempat sebesar Rp 100 juta, yang bersumber dari Pemprov Jawa Barat.

“Kalau modus kedua tersangka hampir sama, yaitu tidak menyalurkan bantuan sesuai dengan peruntukannya, tapi malah digunakan untuk kepentingan pribadinya,” katanya.

Pada saat proses pencairan, lanjut dia, kedua tersangka sudah menempuh persyaratan yang diminta, namun pada realisasi penyerapan anggaran banyak disalahgunakan untuk kepentingannya.

“Pada intinya, kami menemukan bukti yang kuat bahwa kasus ini memenuhi unsur tindak pidana korupsi, yakni pengelolaan dana tidak sesuai prosedur, ada kerugian negara, dan dilakukan dengan sengaja untuk memperkaya diri. Semuanya akan kami buka dalam persidangan nanti,” paparnya.

Kasus ini merupakan limpahan dari Satreskrim Polres Majalengka dan pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap kedua tersangka karena dihawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta untuk memudahkan persidangan dan kepentingan hukum lainnya.

Atas perbuatanya, lanjut dia, kedua tersangka telah melanggar pasal 2 Subs Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang korupsi Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31/1999. Ancaman penjaranya paling lama 20 tahun dan paling ringan 4 tahun penjara. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...