fajarnews

TMMD Jawab Kekecewaan Warga Desa Sindang

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 18 April 2017 | 18:05 WIB

Sopandi
Dandim 0615 Kuningan, Letkol Inf. Arief Hidayat membantu warga Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi yang mendapat bantuan program MCK dalam TMMD ke-98 tahun 2017.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Rastam (60) warga Desa Sindang, Kecamatan Lebakwangi penerima bantuan MCK (Mandi Cuci Kakus) atau jamban dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 Kodim 0615 Kuningan tampak sangat gembira.

Ungkapan kegembiraannya dia sampaikan dengan berulang kali berterima kasih kepada Kodim 0615 Kuningan yang telah memilihnya sebagai salahsatu dari sekian banyak keluarga penerima bantuan program TMMD.

Menurutnya, bantuan yang diterimanya itu mampu menghapus kekecewaan terhadap para pendata keluarga miskin yang rutin datang dan mengambil gambar ketidaklayakan rumahnya.

“Sudah bertahun-tahun didata, difoto tapi tidak ada bantuannya. Realisasinya tidak ada. Sekarang tiba-tiba ada bantuan dari TNI, alhamdulillah. Saya sangat berterimakasih, sangat terbantu,” kata Rastam di sela kesibukannya membuat kamar mandi miliknya di RT.16 RW.04 desa setempat.

Hal senada diungkapkan Jamhari (58) warga setempat. Menurutnya, program TMMD itu mampu memperbaiki kondisi sosial masyarakat, khususnya di Dusun Kliwon yang sampai saat ini masih banyak menyisakan rumah tidak layak huni, minim MCK, dan sarana prasarana lainnya.

Menurutnya, walaupun belum menyentuh seluruh warga, program TMMD memberikan perubahan lebih baik bagi warga sekitar.

“Kami doakan TNI makin jaya. Gajinya tambah naik, dan yang bertugas di sini cepat naik pangkat. Kalau TNI semakin baik mudah-mudahan bisa memberikan bantuan lagi ke sini,” kata Jamhari diamini Rastam.

Warni (55) dan Juju (32) mengungkapkan hal serupa (syukur,red) mengenai program TMMD itu. Menurutnya, program TMMD yang berlokasi di desanya itu sangat membantu sebagian warga yang dinilai sangat tidak mampu.

Selain bantuan MCK, keduanya juga menyaksikan bantuan lain seperti renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas posko keamanan, perbaikan sarana ibadah, dan infrastruktur jalan.

“Selain pembangunan fisik renovasi rumah, musola, jamban dan lain sebagainya, kami juga mendapat bantuan kesehatan berupa pengobatan gratis,” kata Warni dan Juju.

Mereka berharap, bantuan TMMD khususnya rumah tidak layak huni bisa ditambah lebih banyak. Karena itu, selain yang sudah tercatat mendapat bantuan, rumah yang masih terbuat dari bambu dan dinilai kurang layak huni lainnya bisa mendapat bantuan serupa.

“Banyak program yang sedang dilakukan TNI. Tapi belum cukup. Seharusnya semua rumah yang tidak layak bisa dibantu. Karena di sini sangat banyak,” tuturnya.

Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat saat ditemui Fajar Cirebon menyebutkan, TMMD yang dipimpinnya itu akan selesai dilaksanakan dalam waktu satu bulan.

Menurutnya, pihaknya tidak bisa membantu total seluruh kebutuhan masyarakat, mengingat segala keterbatasan yang dimilikinya.

Karena itu, sebagaimana rencana awal, pihaknya hanya bisa membantu pengaspalan jalan sepanjang 1200 meter, perbaikan gorong-gorong dua unit, bantuan rutilahu lima unit, dan bantuan satu unit tempat pembuangan sampah.

Kemudian, pengecatan sekolah dasar satu unit, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di dua titik, pemabngunan jamban 25 unit, pembangunan drainase jalan 600 meter, rehab sarana ibadah, pembuatan pos keamanan lingkungan, pengecoran jalan lingkungan, dan sejumlah kegiatan non fisik, mulai dari peningkatan kesadaran bernegara, bela Negara, kamtibmas, ketenagakerjaan, kesehatan, sampai bidang keagamaan.

“Satu bulan kami target selesai. Dan seminimal mungkin tidak akan membebankan masyarakat, selain tenaga. Kalaupun di antara mereka yang dapat bantuan merasa kurang cukup, kami persilahkan untuk menambah sendiri kekurangannya,” kata Arief. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...