fajarnews

Wabup Karna Santuni Keluarga Korban Perahu Tenggelam

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 18 April 2017 | 15:05 WIB

Munadi
: Wabup Karna memberikan santunan kepada keluarga korban peristiwa perahu tenggelam.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA– Peristiwa tenggelamnya kapal yang menyebabkan sembilan orang warga Sumber Kulon dan Jatiraga Kecamatan Jatitujuh meninggal dunia mengundang keprihatinan Wakil Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd. Wabup mengunjungi pihak keluarga korban sekaligus memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga korban.

Orang nomor dua di Majalengka ini mengatakan permohonan maaf karena saat peristiwa tidak bisa membantu evakuasi dan ikut takjiah dari mulai memandikan jenazah, menyolatkan hingga menguburkan mengingat secara bersamaan pihaknya tengah mengikuti Musrenbang tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Oleh karena itu, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemda serta masyarakat Majalengka berharap kepada keluarga korban yang ditinggalkan agar tabah dalam menghadapi cobaan ini. Terlebih masyarakat kecamatan Jatitujuh ini tengah diuji pasca beberapa hari yang lalu warga Sumber Wetan meninggal dunia saat menonton acara inbox SCTV,” pesan wabup, Senin (17/4).
 
Menurut Karna, setiap musibah memang tidak bisa diharapkan semua orang. Akan tetapi namanya musibah itu datangnya dari Allah SWT yang menentukan setiap titik kepada orang dengan cara berbeda. Baik itu usia, dimana, dan sedang apa serta sebabnya.
 
“Ini semua sudah kehendak Allah yang sudah mengatur. Allah itu akan menguji dengan harta, sakit, dan mati. Musibah ini kalau menurut Allah merupakan berita kegembiraan, tetapi menurut ukuran manusia itu sedih. Ini hukum yang alami,” terangnya.
 
Wabup berpesan kepada pihak keluarga untuk tidak memandang negatif apalagi saling menyalahkan. Pasalnya nanti akan menyebabkan kesedihan bagi keluarga duka. Misalnya ketika mempermasalahkan pemilik perahu hingga muatan banyak atau melebihi saat musibah itu terjadi.
 
“Tetapi kalimat innalilahi wa innailaihi rojiun sebagai kalimat penutup dari musibah itu. Anggota keluarga harus bisa menerima dengan ikhlas atas kejadian ini. Allah itu menjadikan sesuatu tidak pernah salah, apalagi keliru dan selalu memberikan terbaik buat manusia. Ketika ujian bisa dihadapi dengan baik maka akan diangkat derajatnya,” pesannya.
 
Dibalik musibah ini, lanjut Wabup, ada rahasia Allah yang akan diberikan kepada keluarga korban. Sehingga kejadian ini harus menyadari apalagi jangan sampai saling menyalahkan. Memang peristiwa ini sangat sulit diprediksi karena kecelakaan murni.
 
“Oleh karena itu, kami minta kepada keluarga duka untuk bersabar dan bertawakal. Yang harus dijalankan yaitu berdoa dan meminta kepada allah agar diberikan kesabaran serta mendoakan yang terbaik kepada yang sudah meninggal dunia. Jangan dikaitkan tahayul bahwa situ atau rawa itu minta wadal. Ini harus dibatasi ruang karena ini musibah dan jangan dibesar-besarkan,” tandasnya. 
 
Sementara itu, kepala desa Sumber Kulon Kecamatan Jatitujuh, H Rasum mengaku bangga dengan kedatangan wakil Bupati didampingi kepala OPD serta camat Jatitujuh terkait kunjungan sekaligus pemberian santutan kepada anggota keluarga korban kapal tenggelam.
 
Kedatanan wakil bupati merupakan satu kepedulian kepada keluarga duka yang tengah mendapat musibah ini. Rasum juga meminta kepada keluarga korban untuk bersabar dan mengikhlaskan mengingat ini merupakan musibah.
 
“Mudah-mudahan kedatangan bapak wakil bupati ke daerah ujung utara Majalengka ini selain bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya, juga meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...