fajarnews

Komisi I DPRD Kuningan Segera Kunjungi Tenjo Laut

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 13 April 2017 | 13:25 WIB

 

Fajarnews.com, KUNINGAN- Bangunan permanen yang mulai bermunculan di wilayah Tenjo Laut, Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur mendapat perhatian Komisi I DPRD Kuningan. Menurut Ketua Komisi I Dede Ismail, pihaknya akan segera melakukan tinjauan ke lokasi yang berada di komplek Rumah Rehabilitasi BNN tersebut.

Bangunan permanen di lokasi itu dinilai kurang tepat oleh berbagai elemen aktivis dan pemerhati lingkungan. Musababnya, lokasi itu merupakan bagian hulu kehidupan masyarakat Kabupaten Kuningan yang merupakan ruang terbuka hijau dan resapan air.

Dikhawatirkannya, jika pembangunan di wilayah itu dibiarkan bebas, akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia yang berlokasi di wilayah hilir.  “Itu akan kami bahas. Rencananya nanti Hari Selasa setelah kunjungan dan cek ke lokasi,” kata Dede Ismail di DPRD Kuningan, Rabu (12/4).

Dede menerangkan, pihaknya belum bisa memutuskan status bangunan yang diberitakan permanen di lokasi itu. Kalaupun sudah ada izin mendirikan bangunan dari lembaga perizinan, pihaknya akan tetap melakukan cek lokasi dan menjelasan secara pandangan Komisi I terhadap bangunan tersebut. “Sekarang belum bisa memutuskan. Nanti setelah kunjungan pasti kami jelaskan,” kata politisi Gerindra itu, singkat.

Rencana kunjungan itu menjawab Yanto Susanto, aktivis HMI Cabang Kuningan bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, yang berharap supaya para pemangku kebijakan dari mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten tidak menutup mata atas tindakan pengalihpungisan lahan itu. Menurutnya, pemangku kebijakan harus segera meninjau dan menanggapi pembangunan yang berada di kawasan konservasi tersebut.

“Penataan ruang terbuka hijau jangan sampai rusak oleh tindakan seperti itu. Sekalipun itu adalah tanah milik pribadi, pembangunan permanen di kawasan RTH sudah menyalahi asas konservasi alam yang dicanangkan Pemkab Kuningan periode sebelumnya,” kata Bram panggilan akrabnya.

Hal senada disampaikan oleh Boy Sandi Kertanegara. Menurutnya, walaupun kawasan Tenjo Laut dan sekitarnya itu sangat seksi untuk menunjang pengembangan potensi wisata alam di Kuningan, peluang ekonomi itu jangan sampai menafikan lahan yang sudah jelas memiliki fungsi ekologis bagi wilayah sekitarnya.

“Kita sepaham pariwisata daerah harus maju. Tapi tidak boleh meminggirkan peran masyarakat sekitar kawasan itu. Dan yang terpenting lagi adalah fungsi lahan jangan sampai berubah. Kalaupun terpaksa harus dikelola, kan bisa merekayasa rancang bangunan supaya sesuai dengan estetika, tanpa harus merusak kontur lahan,” pungkasnya. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...