fajarnews

Tak Miliki Izin, Dua Minimarket di Dukupuntang Dihentikan Satpol PP

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 11 April 2017 | 07:45 WIB

Suhanan
Petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon mendatangi minimarket di Kecamatan Dukupuntang yang diduga belum mengantongi IMB.*

Fajarnews.com, CIREBON- Dua minimarket yang berada di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon dihentikan untuk sementara waktu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (10/4).

Kedua minimarket yang dihentikan aktivitasnya itu berada di Desa Bobos dan Desa Cangkoak, keduanya diduga belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Data yang dihimpun fajarnews.com menyebutkan, pihak Satpol PP sebelum mengambil sikap tegas menghentikan aktivitas sementara waktu, seminggu sebelumnya telah melayangkan surat teguran kepada dua minimarket tersebut  untuk  mengurus perizinan.

Namun surat itu tak diindahkan dan proses pembangunan tetap berjalan. Karena dianggap membandel bahkan minimarket yang ada di Desa Cengkoak diberhentikan  oleh Satpol PP untuk sementara waktu pada saat mereka launching.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Ade Setiadi melalu Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan, Selamet Riyadi dengan tegas mengatakan bahwa pemberhentian sementara yang dilakukan pihaknya terhadap kedua minimarket tersebut merupakan teguran yang kedua kalinya.

Pasalnya, seminggu sebelumnya pihaknya telah  melayangkan surat tegur yang pertama, namun tidak diindahkan juga oleh pihak minimarket.

“Surat teguran sudah dikirimkan, tapi tidak diindahkan juga. Makanya kita (Satpol PP, red) lakukan teguran yang kedua dengan memberhentikan paksa sementara hingga mereka mau mengurus perizinannya,” tegas Selamet usai melakukan pemberhentian sementara kedua mini market tersebut.

Tidak diresponnya surat teguran itu kata dia, menandakan pihak minimarket benar-benar menantang pemerintah daerah setempat. Padahal surat terguran itu agar pihak minimarket segera melakukan proses perizinan, bukan malah melaunching usahanya.“Terpaksa kita tutup, meski pun sedang ramai seperti ini karena sedang dilaunching,” ucap Selamet.

Dengan teguran kedua yang dilakukan pihaknya, diharapkan pihak pemilik minimarket tersebut sadar dan mau mengurus perizinan karena sudah menjadi kewajiban mereka untuk menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Cirebon. Namun, jika tetap beroperasi tanpa mengurus perizinan, pihaknya pun tak segan untuk menyegelnya.

“Kita lihat besok, kalau masih tetap beroperasi, maka kita akan menyegelnya. Intinya, sebelum mereka mengantongi izin maka tidak boleh beroperasi. Kita akan pantau terus minimarket itu dan minimarket yang lainnya,” ujarnya.

Dia meminta  kepada masyarakat untuk sama-sama mengawasi kegiatan pengusaha nakal seperti itu. Karena, tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Cirebon masih banyak lagi pengusaha-pengusaha nakal yang belum mengantongi IMB, namun sudah melakukan pembangunan.

“Silahkan masyarakat memberitahu kepada kita, agar kita juga bisa langsung menindaklanjutinya,” pungkasnya. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...