fajarnews

Uang Debu Terhenti, Warga Panjunan Surati KSOP

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 1 April 2017 | 13:45 WIB

Ilustrasi
-

 

Fajarnews.com, CIREBON- Warga 10 RW di Kelurahan Panjunan melalui forum RW Panjunan menyurati KSOP menyusul terhentinya dana kompensasi/uang debu selama dua bulan terakhir.

Ketua RW 02 Pamujudan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon mengatakan, forum RW meminta KSOP untuk menjembatani antara warga dengan para pengusaha bongkar muat batu bara.

Dikatakannya, dengan kompensasi yang diberikan kepada warga Kelurahan Panjunan umumnya dan warga Pamujudan selama ini menurutnya warga sangat merasakan manfaatnya, karena sudah ada  program yang sudah dibentuk dari uang debu tersebut.

“Saat ini warga sangat kebingungan dengan tidak adanya kompensasi karena warga tidak bisa menjalankan program-program yang berjalan dari adanya uang debu tersebut, seperti posyandu, membantu warga yang dirundung kematian, membantu warga yang rawat inap dimana program itu yang disodorkan oleh Pelindo," ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan baru sekali menerima kompensasi karena RW 02 paling terakhir menerima kompensasi. Sampai dengan saat ini belum ada jawaban dari KSOP meskipun dirinya sempat menerima sekitar Rp 10 juta selama 3 bulan yang dianggapnya hasil sisaan.

"Sebenarnya RW 1,2,3 Panjunan paling terakhir menerima, dimana awal September kompensasi diberikan, warga RW 2 masih menilai sampai dengan saat ini tidak ada warga yang bekerja di bongkar muat batu bara,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini tidak ada penggunaan pribadi dalam kompensasi ini, seluruh uang dari dana kompensasi tersebut digunakan untuk program-program yang sudah berjalan di tengah masyarakat.  Menurutnya, sejak sempat berhenti operasional bongkar muat batu bara dan dibuka pada Sepetember lalu, dampak debu dari bongkar muat tersebut memang banyak mengurang namun tidak hilang sepenuhnya. “Masih ada debu meskipun pada musim hujan dan diharapkan pada musim kemarau berkurang," paparnya. (Hasan Hidayat)

 

 

 

 

Loading Komentar....
loading...