fajarnews

Tak Dimanfaatkan Sebagaimana Mestinya, MCK Plus Digunakan untuk Kandang Ayam

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 30 Januari 2017 | 08:00 WIB

IHSAN
Kondisi MCK Plus di di Desa Jambe Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu yang dibangun tahun 2010 kini dimanfaatkan warga untuk tempat kandang ayam.

Fajarnews.com, INDRAMAYU - Pelaksanaan program ketersediaan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat luncuran dari Kementerian PUPERA Republik Indonesia di Kabupaten Indramayu patut dievaluasi manfaatnya selama ini. Pasalnya kondisi bangunan dengan anggaran ratusan juta rupiah per titik MCK Plus itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Pembangunan di 11 desa penerima bantuan program MCK tahun 2016 mangkrak akibat dana pusat tak terserap. Di sisi lain terdapat beberapa titik alih fungsi sebagai tempat usaha dagang bahkan ada yang menjadi tempat kandang ayam sehingga fungsi MCK tak sesuai ketentuan juklak dan juknis program DAK MCK.

Hasil penelusuran "Fajarnews.com" menyebutkan, kondisi MCK Plus di Desa Jambe Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu yang dibangun tahun 2010 ini berada di atas lahan wakaf hibah milik masyarakat seluas1.500 m2. Kondisinya saat ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya, bahkan dijadikan sebagai tempat kandang ayam milik warga setempat.

Alasan yang mendasar MCK tak difungsikan oleh warga sekitar karena masyarakat Blok Sumur Pluntang, Gang Talok ini masing-masing pemilik rumahnya sudah memiliki MCK. "Lokasi pembangunan MCK Plus itu sudah lama dan tidak layak untuk masyarakat di sekitar sini, harusnya di lokasi masyarakat pinggir pesawahan," ungkap Alpin(60) warga Desa Jambe, Minggu (29/1).

Ia menyebutkan, sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membangun tempat MCK di wilayah itu, tetapi karena sudah menjadi kehendak Kuwu Jambe, terkesan pembangunan tersebut dipaksakan mengingat lahan yang digunakan milik orang tua Kepala Desa. Bahkan, lanjut Alpin, keberadaan tambungan air yang di atas saat ini hilang.  "Pemampungan air itu sudah ada yang mencuri tinggal satu," ungkapnya.

Sementara itu data yang diperoleh "Fajarnews.com" dari dokumen Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban(LKPJ) Bupati Indramayu tahun 2015, terdapat 9 paket pekerjaan yang pelaksanaanya sudah selesai 100 persen dengan pagu anggaran Rp 5,2 miliar untuk program kegiatan pembangunan MCK/IPAL Komunal sanitasi type ODF Banprov 2015 terserap pada tahun 2015 sebeaar Rp 127,8 juta sisa pembayaran ditangguhkan pada TA 2016 karena tidak cukup waktu untuk menyelesaikan proses administrasi di akhir TA 2015.

Termasuk persoalan yang serius terjadi pada tahun bersamaan, program kegiatan Sanitasi Type Pre ODF MCK/IPAL Komunal  dari total anggaran Banprov Jabar 2015 sebesar Rp 17,2 miliar hanya terserap Rp 4,1 miliar, menyebabkan sisa anggaran sebesar Rp 13,1 miliar tidak dapat diserap pada saat itu.

Bahkan dalam penjelasan LKPJ Bupati Indramayu tahun 2015 itu hambatan yang terjadi adalah akibat kurang matangnya perencanaan, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari Pemprov Jabar yang memberikan bantuan keuangan.

IHSAN

Loading Komentar....
loading...