fajarnews

TMP2C Distribusikan Langsung Kompensasi Debu Batu Bara Ke Masyarakat

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 23 Januari 2017 | 12:30 WIB

HASAN
Ketua Tim Masyarakat Peduli Pelabuhan Cirebon (TMP2C), Kasno Hardi Irwan

LEMAHWUNGKUK, (FC).- Tim Masyarakat Peduli Pelabuhan Cirebon (TMP2C) mendistribusikan langsung dana kompensasi batu bara kepada masyarakat atas kembali beroperasinya bongkar muat batu bara di pelabuhan.

Ketua Tim Masyarakat Peduli Pelabuhan Cirebon (TMP2C), Kasno Hardi Irwan mengatakan, tercatat dari tanggal 27 September-31 Desember 2016 sudah masuk dana kompensasi ke Tim Masyarakat Peduli Pelabuhan Cirebon (TMP2C) sebesar Rp 420.775.000.

Dijelaskannya lebih lanjut, dana kompensasi yang TMP2C terima untuk masyarakat sekitar pelabuhan dari para pengusaha bongkar muat batu bara pada bulan September 2016 sebesar Rp21.860.000, bulan Oktober 2016 Rp211.371.000, dan bulan November 2016 sebesar Rp 154.595.000 sehingga total uang masuk kepada pihaknya sebesar Rp420.775.000. Kemudian, kata dia, ada juga keuangan yang belum masuk kepada tim dimana ada kontribusi pada bulan November 2016 sebesar Rp75.578.000 dan kontribusi bulan Desember Rp172.000.0000.

“Penyaluran dana kompensasi ini di Kelurahan Panjunan untuk RW 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10, Rukun Nelayan dan Forum RW sudah pihaknya salurkan sebagaimana mestinya. Untuk RW 01 sudah diserahkan kepada tim yang dibentuk dari unsur setempat dengan total dana Rp61.127.000, disalurkan untuk Posyandu, Posbindu, RT, DKM Darut Taubah dan Nur’Iman, dana kematian, rawat inap serta keamanan kampung  sebesar  Rp20.721.000 dan sisa dana saat ini Rp 40.406.000. Bulan Januari 2017 ini juga sudah disalurankan lagi sesuai peruntukanya, termasuk juga untuk pengadaan sarana PAUD,” jelas Kasno kepada FC, Jumat (20/1).

Kasno menjelaskan, untuk RW 02 dan 03 yang tidak diambil Rp28.028.000, dipergunakan untuk program pendidikan dan sosial yang sudah diserap Rp8.000.000, dengan sisa dana Rp20.028.888. Menurutnya, untuk dana bulan Januari pun sudah disalurkan untuk kegiatan Pendidikan Bimbel dan mengaji di RW, 01, 05, 06 dan RW 10 dengan jumlah siswa/santri 300 anak dan untuk BOP organisasi TMP2C sudah dipergunakan untuk kegiatan dan keperluan organisasi yang berjumlah 50 orang.

“Akan tetapi, dengan sebagian kontribusi bulan Nopember yang belum masuk ke TMP2C yaitu dari Indocement dan ACS yang bulan sebelumnya diterima melalui APBC sedikit menjadi kendala adanya keterlambatan dalam Penyaluran ke RW-RW yang mestinya akhir Desember 2016 sudah masuk dan disalurkan,” ungkapnya.

Kasno menambahkan, ia atas nama TMP2C berterimakasih kepada semua pihak yang peduli kepada masyarakat dan ia berharap proses selanjutnya dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

HASAN HIDAYAT

Loading Komentar....
loading...