fajarnews

20 Mobil Tertindikasi Travel Gelap di Kuningan Diamankan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 18 Januari 2017 | 10:30 WIB

Ali Al Faruq
Jajaran Satlantas Polres Kuningan melakukan pembinaan dan pendataan sopir sejumlah kendaraan yang terindikasi sebagai travel gelap, usai diamankan di Mapolres Kuningan, Selasa (17/1).*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Insiden tabrakan maut di Tol Cipali yang menewaskan tujuh penumpangnya antara mobil minibus Daihatsu Luxio yang menabrak bagian belakang truk tronton, Minggu (15/1) dini hari lalu, menyingkap adanya praktik travel gelap atau travel illegal di Kabupaten Kuningan.

Terkait hal itu, pihak Polres Kuningan pun bertindak cepat. Sedikitnya 20 unit kendaraan roda empat yang terindikasi sebagai travel gelap diamankan di Mapolres Kuningan, Selasa (17/1).

Seluruh kendaraan travel gelap tersebut, sebelum diamankan, sempat terjaring razia rutin Polres Kuningan yang digelar di depan Teriminal Tipe A Kertawangunan. Nampaknya pihak kepolisian memang telah mengincar waktu pemberangkatan travel itu, sehingga dalam razia rutin lalu lintas mendapatkan sasaran cukup banyak.

Setelah satu persatu ditilang, para penumpang yang hendak ke luar kota, langsung diarahkan untuk menaiki kendaraan umum resmi yang tersedia didalam terminal, sedangkan para pengemudinya meski mengantongi surat kendaraan lengkap, tetap ditahan sementara dan digelandang ke Mapolres Kuningan, untuk pendataan sekaligus pembinaan.

Kapolres Kuningan AKBP. M. Syahduddi melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP. Purwadi membenarkan, pihaknya mengamankan puluhan kendaraan roda empat yang terindikasi sebagai travel gelap, dalam razia rutin lalu lintas di depan Terminal Tipe A Kertawangunan.

“Kita tadi razia rutin, dan kebetulan banyak kendaraan satu jenis melintas yang terindikasi sebagai travel gelap. Selama razia, ada sekitar 20 kendaraan yang terindikasi travel gelap kita amankan di Mapolres Kuningan,” kata Purwadi.

Setelah diamankan ke Mapolres Kuningan, lanjut Purwadi, para pengemudi kendaraan yang diindikasikan travel diberikan edukasi, kemudian dilakukan pendataan dan setelah itu dipulangkan dan tidak boleh beroperasional jika tidak sesuai peruntukannya.

“Kita sudah melakukan pendataan, kemudian pembinaan kepada pengemudi, lalu kita pulangkan dengan jaminan mereka tidak akan beroperasional lagi, sebelum ada keputusan bersama dari pemangku kebijakan,” kata Purwadi.

Ditegaskan Purwadi, penindakan yang dilakukan pihaknya, merupakan langkah awal antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang telah terjadi pada hari Minggu kemarin,yang memakan korban warga Kuningan.

“Kegiatan serupa akan kita lakukan terus secara acak, jika memang ada kendaraan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, maka akan ditindak,” kata Purwadi. 

ALI AL FARUQ

 

 

Loading Komentar....
loading...