fajarnews

Setiap Jumat, Warga Tak Mampu Nikmati Makan Gratis

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Sabtu, 14 Januari 2017 | 07:30 WIB

WINARNO
Warung Makan gratis yang diprakarsai YANI berlokasi di kawasan Perumnas, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon

Fajarnews.com, CIREBON - Sebuah warung makan yang diprakarsai oleh Yayasan Arisan Nasi Indonesia (YANI) memberikan pelayanan makan gratis kepada kaum dhuafa pada setiap Jumat. Warung makan yang berlokasi di kawasan Perumnas, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon tersebut menyediakan sejumlah aneka makanan siap saji untuk masyarakat yang kurang mampu.

Warung tersebut bagi kaum dhuafa bebas menikmati ragam jenis makanan, seperti ayam cabe hijau, balado rollade, ayam kecap, telur kecap, telur balado, mie goreng, bihun goreng, oreg tempe, pepes ayam, capcay, kolak pisang, tekwan, risoles, puding susu, lemper, hingga bubur.

Makanan yang disajikan di warung nasi itu disajikan cuma-cuma untuk anak-anak panti asuhan maupun warga tak mampu seperti penarik, becak, pemulung, tukang sampah, kuli bangunan, tukang ojek, dan lainnya.

Salah satu pendiri dan pembina YANI yang membuka warung nasi tersebut bernama Sri Supriatin mengatakan, warung nasi itu hanya merupakan kelanjutan dari program rutin kegiatan YANI setiap minggunya. 

"Kami punya program pembagian nasi kotak kepada warga tak mampu setiap Jumat. Biasanya kan member kami berkeliling membagikannya, tapi karena sekarang YANI sudah punya kantor, sehingga kami pun buka warung nasi gratis bagi warga tak mampu di kantor ini," ungkap Sri Supriatin kepada "Fajarnews.com", Jumat (13/1). 

Kantor YANI yang berlokasi di Jalan Ciremai Giri itu, selain menjajakan makanan, dibuka pula semacam butik yang menyediakan baju baru maupun bekas layak pakai. Bertema Obral Sedekah, hasil penjualan baju-baju itu pun digunakan untuk kegiatan-kegiatan amal YANI.

"Baju-baju yang dijual itu harganya terjangkau, hasil penjualan untuk mereka yang membutuhkan," ucap dia. 

Ia menjelaskan, warung nasi dhuafa sendiri mulai dibuka sejak 23 Desember 2016 lalu. Menurut dia, pada hari perdananya, setidaknya 400 porsi makanan habis dinikmati warga tak mampu yang datang.

"Seluruh makanan yang disediakan berasal dari para member YANI maupun donatur lain. Warung nasi itu sendiri buka setiap hari, dan pada Jumat sebagai waktu khusus bagi kaum dhuafa dapat menikmati makan secara cuma-cuma," tutur dia. 

Ia menceritakan, sebelum berbentuk yayasan YANI sendiri lahir sebagai sebuah komunitas bernama Arisan Nasi community di Cirebon yang mengkhususkan diri pada kegiatan amal. Keberadaannya pun terinspirasi kisah hidup seorang kakek yang setiap Jumat berkeliling mengendarai sepeda untuk membagikan nasi kepada yang membutuhkan.

"Kami berniat untuk menolong dan berbagi dengan sesama," imbuhnya. 

Adapun Arisan Nasi Community berdiri sejak 14 Mei 2015 sebelum kemudian menjadi sebuah yayasan bernama YANI. Bahkan Sri sendirilah yang terinspirasi kakek pemberi nasi itu, yang dilihatnya di sebuah jejaring sosial. Bersama seorang teman, Dessy Melanie, keduanya kemudian mendirikan komunitas ini.

'Anggotanya kini sudah mencapai ratusan orang yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, maupun Kalimantan," papar dia. 

Ia mengungkapkan, komunikasi antar member sejauh ini dilakukan melalui media sosial. Setiap bulan, pengurus YANI mempublikasikan setiap donasi yang masuk, donasi yang dikeluarkan, hingga target donasi yang akan dibantu. 

"Siapapun bisa tergabung dengan YANI. Meski namanya arisan, yang kami lakukan Insya Allah murni amal karena misi kami tak lain sebagaimana tuntunan agama, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat," ucap dia. 

Ia menuturkan, sedekah dari para donatur selama ini diberikan dengan cara transfer via bank. Para donatur dipersilakan mendonasikan hartanya, biasanya senilai Rp100 ribu/bulan, karena sedekah atau donasi yang diberikan pun tanpa paksaan.

Donasi yang diberikan pun diperuntukkan bagi siapa saja yang membutuhkan, khususnya dhuafa, baik berupa makanan, biaya pendidikan, pengobatan, dan lain-lain.

"Ini kan sedekah, tidak ada keharusan diberikan rutin setiap bulan atau setiap minggu. Para donatur bebas mau sedekah senilai berapa dan kapanpun ketika mereka berniat," tandasnya.

WINARNO

Loading Komentar....
loading...