fajarnews

Pascabentrok Antar Warga, 700 Personel Masih Disiagakan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 12 Januari 2017 | 00:19 WIB

Agus Sugianto
Para personel tengah berjaga-jaga untuk memberikan pengamanan pascabentrokan antar warga.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU - Pascabentrok antar warga yang melibatkan empat desa seperti, Desa Ilir, Desa Bulak, Desa Parean Girang dan Desa Curug di Kecamatan Kandangaur, Kabupaten Indramayu, sebanyak 700 personel gabungan dari Polda Jawa Barat, Kodim dan arhanud masih disiagakan di Desa Curug, Blok Bojong, Kecamatan Kandanghaur, Rabu (11/1) malam. Ratusan personel ini ditempatkan di rumah-rumah warga untuk melakukan penjagaan.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki mengatakan, pihaknya belum menarik mundur sejumlah personel di lokasi kejadian yang tengah memberikan pengamanan.

"Kurang lebih ada sekitar 4 SSK  yang kita tempatkan di lokasi untuk  melakukan pengamanan sampai kita lihat perkembangannya. Mudah-mudahan masyarakat sama-sama menjaga situasi kondusif sehingga keadaan bisa kembali pulih seperti semula dan masyarakat bisa beraktivitas," ungkapnya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar jangan main hakim sendiri serta tidak mudah terhasut karena informasi yang berkembang belum tentu kebenarannya, bahkan itu bisa menyesatkan. "Maka dari itu, saya mengimbau kepada masyarakat Indramayu, mari kita jaga situasi kondusif secara bersama sama," pungkasnya.

Tawuran antar warga yang melibatkan empat desa ini dipicu oleh status di media sosial yang berisi tantangan kepada Desa Parean usai kematian warga Desa Ilir Blok Rancamaung 1, Kecamatan Kandangaur, Kabupaten Indramayu atas nama Ato Suwaryo (17) yang berprofesi sebagai nelayan.

Saat itu Ato dibonceng temannya Wahyu Maulana (16) dengan mengendarai kendaraan roda dua Suzuki Satria FU nopol 3463 ULY pada Hari Sabtu tanggal 7 Januari 2017 yang kemudian menabrak kendaraan roda dua Supra X nopol 2362 RY yang sedang di parkir di sisi jalan di Desa Curug Blok Bojong Kecamatan Kandanghaur.

Diduga keduanya datang dari arah Bongas dalam keadaan sedang dikejar dan dilempari batu oleh pemuda Bojong hingga kemudian terjadi tabrakan. Dikabarkan, korban sebelum terjadi kecelakaan di Desa Curug Blok Bojong, sudah mengalami luka akibat dikeroyok sejumlah orang di Desa Drunteng Wetan Blok Bojong, Kecamatan Gabuswetan dan mengalami luka berat di bagian kepala yang kemudian menghembuskan nafas terakhir usai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang.

Informasi sementara yang diterima fajarnews.com, akibat bentrokan itu, sebanyak 215 rumah warga mengalami kerusakan di Blok Bojong Desa Curug Kecamatan Kandanghaur. Sedangkan di Desa Drunten Kecamatan Gabus Wetan, ada sebanyak 15 rumah yang mengalami kerusakan.

AGUS SUGIANTO

 

 

Loading Komentar....
loading...