fajarnews

Empat Desa Tawuran, Ratusan Rumah di Indramayu Rusak

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 11 Januari 2017 | 10:00 WIB

Agus Sugianto
Ratusan warga masih berjaga di jalan desa mengantisipasi adanya serangan balasan dalam aksi tawuran yang melibatkan empat desa yakni Desa Ilir, Parean Girang, Bulak dan Desa Curug di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Selasa (10/1).*

  

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Ribuan warga dari empat desa di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, yakni Desa Ilir, Parean Girang, Bulak dan Desa Curug, terlibat tawuran, Selasa (10/1).

Meski tidak ada korban jiwa dalam tawuran antar desa tersebut, namun ratusan rumah warga Blok Bojong, Desa Curug, rusak. Rusaknya rumah warga di Blok Bojong, Desa Curug itu akibat serangan yang dilakukan ribuan warga Desa Ilir, Parean Girang dan Desa Bulak.

Keterangan yang berhasil dihimpun fajarnews.com di lokasi kejadian menyebutkan, tawuran antar desa itu dipicu provokasi status sebuah akun di media sosial Facebook, yang berisi tantangan kepada warga Desa Parean, usai kematian warga Desa Ilir di Blok Bojong, Desa Curug.

Padahal, kematian warga Desa Ilir, Ato Suwaryo (17) itu akibat kecelakaan tunggal, setelah sepeda motor Suzuki Satria FU yang dinaikinya menabrak sepeda motor yang tengah di parkir di sisi jalan Blok Bojong, Desa Curug, Sabtu (7/1) lalu.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka parah. Korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Losarang. Akibat luka parah yang dideritanya, korban sempat mengalami koma sebelum akhirnya meninggal dunia.

Beredar kabar, sebelum mengalami kecelakaan korban melarikan sepeda motornya dengan kencang karena dikejar dan dilempari batu oleh pemuda Blok Bojong, Desa Curug.

Entah dari mana bermula, usai meninggalnya korban, beredar provokasi melalui status salah satu akun di media sosial Facebook, yang berisi tantangan kepada warga Desa Parean Girang. Warga yag terprovokasi pun berkumpul. Tidak hanya warga Parean Girang, sejumlah warga Desa Bulak dan Desa Ilir pun ikut bergabung.

Massa yang telah berkumpul selanjutnya bergerak ke sekitar perbatasan Desa Drunten Wetan menuju ke Blok Bojong Desa Curug. Pergerakan massa membuat ratusan warga Blok Bojong panik. Apalgi massa yang tengah beringas itu kemudian melakukan perusakan rumah-rumah warga.

Hal itu, membuat ratusan warga di Blok Bojong Desa Curug yang mayoritas perempuan dan anak-anak terpaksa mengungsi ke desa tetangga. Apalagi, aksi brutal massa tidak terkendali. Tidak hanya rumah warga yang jadi sasaran,  sejumlah toko ikut dirusak massa.

Data yang berhasil dihimpun fajarnews.com menyebutkan, akibat penyerangan tersebut, sedikitnya 215 rumah warga di Blok Bojong, Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu  rusak. Selain ratusan rumah warga Blok Bojong, Desa Curug, sebanyak 15 rumah warga Desa Drunten, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, yang bertetangga dengan Blok Bojong ikut jadi korban perusakan massa.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo  didampingi Kasubag Humas AKP Heriyadi  mengatakan, aksi penyerangan warga ke Blok Bojong, Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu itu, dipicu kabar kecelakaan tunggal warga Desa Ilir, Ato Suwaryo, Sabtu (7/1) lalu.

 Menurut kapolres, pascameninggalnya Ato, beredar di media media sosial tantangan yang disampaikan akun inisial Kang Kampleng yang isinya seolah-olah menantang warga Desa Parean.

“Isinya kira-kira: kumpulan semua ‘jeger’ dan sebagainya yang bersifat provokatif sehinggai ni yang kemudian memicu penyerangan dari warga Parean ke Desa Curug Blok Bojong," kata Eko.

Usai menerima laporan adanya penyerangan, pihanya langsung menerjunkan aparat untuk mengendalikan situasi. “Situasi sekarang sudah terkendali dan bisa kita lokalisir,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengumpulkan para tokoh masyarakat desa, perangkat desa dan bersama Muspida, akan mendamaikan masalah itu agar tidak berkepanjangan

"Untuk pelaku provokasi akan kita cari dan proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sedangkan untuk pelaku perusakan akan kita identifikasi sehingga mudah ditangkap. Sementara untuk kerusakan jumlahnya kurang lebih 90 rumah,” ungkapnya.

Untuk berjaga di lokasi dan mengonusifkan suasana, pihaknya menerjunkan tiga SSK personel Brimob Polda Jawa dibantu anggota Kodim dan Arhanud. 

AGUS SUGIANTO

 

 

Loading Komentar....
loading...