fajarnews

Nelayan Minta Kepastian Soal Ijoan Beracun kepada Pemerintah

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 11 Januari 2017 | 09:30 WIB

Suhanan
Puluhan nelayan mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon untuk meminta kepastian penanganan persoalan kerang hijau beracun, Selasa (10/1).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Puluhan nelayan dari wilayah Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, meminta keseriusan pemerintah dan anggota dewan, dalam menangani persoalan kerang hijau atau ijoan, yang telah meracuni sejumlah masyarakat yang mengonsumsinya, Selasa (10/1).

Dalam audiensi tersebut, nelayan bersama mahasiswa dan perwakilan pihak korban hijau, ditemui Ketua Komisi II dan anggota Komisi III serta dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), DLHD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Dari pertemuan tersebut disepakati, DPRD dan Pemkab Cirebon akan melakukan uji laboratorium ulang terhadap ijoan bersama air lautnya. Uji laboratorium itu untuk memastikan apa yang terkadung di dalam kerang hijau tersebut, hingga menyebabkan keracunan orang-orang yang mengonsumsinya.

Selain itu, DPRD akan meminta penjelasan kepada pihak penguji lab, untuk memberikan penjelasan secara rinci termasuk meminta solusi dari permasalah ini.

Efek dari peristiwa itu, para nelayan di wilayah tersebut sudah satu bulan penuh tidak melaut. Ijoan yang seharusnya dipanen, dibiarkan begitu saja karena masyarakat ketakutan mengonsumsinya. Akibatnya para nelayan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Salah satu perwakilan korban kerang hijau, Abdul Gofur meminta DPRD untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) dalam penangganan ijoan ini. Pansus itu di dalamnya melibatkan semua pihak, termasuk perwakilan nelayan itu sendiri.

“Kita datang ke sini ingin mencari solusi, karena hasil lab kerang hijau sudah keluar dan hasilnya ada plankton di sana. Untuk itu kami meminta penjelasan sekaligus meminta solusianya seperti apa, karena para nelayan sudah menderita tidak melaut untuk mencari kerang hijau," ujar Abdul.

Para nelayan ini juga menantang dewan dan dinas terkait untuk mengosumsi ijoan. Pasalnya mereka tersulut emosi dengan kata-kata oleh salah seorang dari dinas terkait, yang mengatakan kerang hijau yang beracun, dapat dinetralisir mengunakan apu.

“Kami tantang ucapan yang kemarin untuk makan kerang hijau. Karena katanya saat datang ke Desa Suranenggala  bisa dinetralisir dengan apu,” ujarnya.

Abdul berharap, permasalah kerang hijauan bisa segera diselesaikan dan dapat dikosumsi seperti semula. Mengingat para nelayan yang selama ini bergatung dengan kerang hijau sudah sangat menderita karena tidak melaut.

"Kami nelayan ingin wakil kami makan kerang hijau. Intinya kami datang ke sini ingin kerang bisa dimakan dan bisa laku kembali, sehingga nelayan bisa usaha kembali," ujarnya.

Sementara itu perwakilan mahasiswa dari PMII, Aji Abdul Rahman mengatakan, pihaknya sudah cukup lama mendampingi para nelayan, tetapi selama itu pula baru kali pertama dewan dan dinas baru datang. Padahal kondisi nelayan di sana sangat memprihatinkan, karena kerang hijau tidak laku di pasaran.

“Bagaimana kinerja dewan dalam membantu dan mencari solusi untuk memecahkan persoalan ini dengan cepat,” katanya.

Sementara itu, salah satu nelayan, Wasino mengaku kondisi nelayan saat ini sangat kesulitan. Kesulitan ekonomi, kesulitan budidaya kerang hijau padahal  setahu dia pemerintah melindungi para nelayan sesuai dengan undang-undang.

"Dengan kondisi ini seharusnya dewan membentuk pansus dalam penangganan kerang hijau," kata Wasino.

Menanggapi keluhan nelayan kerang Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno mengatakan pihaknya akan melakukan langkah-langkah cepat bersama dinas terkait, dalam menanggani permasalahan itu.

“Masalah ini sudah seharusnya dengan cepat diselesaikan karena berkaitan dengan perut, dan apa yang disampaiakn tadi akan kami kawal hingga selesai. Kita cari akar permasalahanya dari mana, sehingga bisa kita selesaikan bersama dengan cepat," kata Cakra.

Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang pihak kepolisian dari Polres Cirebon Kota dan pihak balai laboratorium, untuk menjelaskan hasil lab tersebut. Termasuk meminta solusinya seperti apa untuk menanggani persoalan ini.

“Bila perlu kita uji lab kembali, sekaligus kita undang semuanya untuk dapat memberikan penjelasan secara detail agar dapat dipahami bersama. Bila memang tidak dapat dikonsumsi bagaimana solusi terbaik bagi para nelayan ini, bila bisa dikosumsi bagaimana proses pengolahan yang baiknya,” tandasnya. 

SUHANAN

 

Loading Komentar....
loading...