fajarnews

Mantan Rektor Unswagati, H. Djakaria Machmud Tutup Usia

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 11 Januari 2017 | 02:40 WIB

Ist
H. Djakaria Machmud.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Masyarakat Kota dan Kabupaten Cirebon kembali kehilangan putra terbaiknya. H. Djakaria Machmud meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina (RSP) Klayan, Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, Selasa (10/1) sekitar pukul 18.25 WIB.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak. Meninggalnya tokoh panutan dalam dunia pendidikan itu, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan-rekannya serta seluruh civitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon.

Semasa hidup, almarhum pernah menjabat sebagai Rektor Unswagati dua periode (2005-2014). Setelah tidak menjabat rektor, atas dedikasinya di dunia pendidikan, almarhum menjabat sebagai Pembina Yayasan Unswagati.

Mantan Wali Kota Tangerang itu dikenal sebagai seorang pengusaha hotel yang sukses. Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Cirebon periode 2008-2013 berpasangan dengan PRA Arief Natadiningrat, berhadapan dengan bupati petahana, Dedi Supardi yang berpasangan dengan Ason Sukasa dan pasangan Sunjaya Puwadisastra-Abdul Hayi di pilada 2008 lalu.

Rektor Unswagati, H. Rochanda Wiradinata mengaku, dirinya beserta civitas akademika Unswagati  sangat kehilangan dengen kepergiaan almarhum.

"Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi beliau dalam membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan Unswagati," ungkap Djohan, panggilan akrabnya.

Ia menuturkan, almarhum merupakan sosok intelektual birokrat dan entrepreneur sejati. Almarhum juga, dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan lugas demi kemajuan institusi.

"Semoga beliau diperjumpakan dengan para syuhada dan mujahid di surga karena kedermawanan serta visi humanitasnya," ucap Djohan sambil usapkan air matanya.

Diakui Djohan, almarhum sukses mendorong civitas akademika Unswagati belajar kedisiplinan, kerjasama tim, etos kerja yang handal, menjunjung nama lembaga dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk dosen, mahasiswa dan stakeholder lainnya.

"Kami sangat kehilangan karena tidak ada lagi sosok yang membimbing kami, karena beliau tidak hanya rektor kami pada waktu itu dan kini pembina kami, tapi beliau juga adalah bapak yang sangat kami cintai dan hormati," katanya.

Namun, lanjut dia, civitas akademika juga harus mengikhlaskan kepergiannya dan akan selalu mengenang jasa-jasanya.

"Semoga Beliau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya," pungkasnya. 

WINARNO

 

Loading Komentar....
loading...