fajarnews

SSR TB-HIV Aisyiyah Indramayu Ajak Legislatif Perangi TB

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 10 Januari 2017 | 14:45 WIB

Agus Sugianto
Pimpinan Daerah Aisyiyah Indramayu bertemu dengan Ketua DPRD Indramayu Taufik Hidayat.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- SSR TB-HIV’Aisyiyah Kabupaten Indramayu mengajak legislatif untuk bersama-sama memerangi penyakit menular Tuberkulosis (TB) kepada kesehatan masyarakat. Hal ini terungkap saat dilakukannya audensi upaya penanganan kasus TB di Indramayu.

Seperti diketahui, penyakit TB di Indonesia sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi. Diperkirakan pada tahun 2015 angka insiden TB di Indonesia mencapai 399/100.000 dengan perkiraan angka prevalensi 647/100.000 dan angka kematian TB-HIV sebesar 8,5 per 100.000 penduduk serta insiden TB-HIV sebesar 25 per 100.000 penduduk (Global Report TB Tahun 2015). Sedangkan angka kematian TB di Provinsi Jawa Barat ada 3 orang per menit atau 20 orang per jam karena terserang penyakit TB MDR.

Menurut Pimpinan Daerah SSR TB-HIV’Aisyiyah Kabupaten Indramayu, Nuraliayah Surya Ningsih didampingi Kordinator Pelaksana, Jahul Haq, Program TB di Indonesia di tahun 2015 telah berhasil menemukan dan mencatat semua kasus TB sebesar 129 per 100.000 peduduk dan pada tahun 2016 (data per 28 Agustus 2016) sebesar 51 per 100.000 penduduk (33 persen).

“Angka ini hampir mencapai target nasional yaitu sebesar 34 persen, dan angka keberhasilan pengobatan untuk kasus baru dan kambuh sebesar 84 persen dari target 85 persen,” ungkapnya

Berdsarkan hal itu, pihaknya pun meminta agar pemerintah daerah meningkatkan anggaran kesehatan  terutama di bidang penanganan kasus TB agar tidak lagi bergantung pada donor internasional. “Dalam era desentralisasi, pembiayaan program kesehatan  sangat bergantung pada alokasi dari pemerintah pusat dan daerah.  Kami berharap komitmen kuat pemerintah dalam penanggulangan TB,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat mengaku mendukung penanganan penyakit menular terutama di bidang penanganan kasus TB tersebut. Pihaknya pun dalam hal ini kan akan mendorong dari sisi anggaran melalui dinas kesehatan.

“Program ini sudah dianggarkan ada di dinas kesehatan, cukup walaupun dalam arti tidak sampai tuntas. Terimakasih, adanya program Aisyiyah ini di hati saya, indramayu akan lebih baik,” katanya.

Dalam hal ini pun, pihaknya akan memanggil dinas kesehatan dan komisi B dengan sekda dan bagian keuangan untuk membicarakan perda terkait programnya seperti apa terkait anggaranya seperti apa serta mengomunikasikan badan pembuat perda, agar mengkaji.

“Hal ini menarik, ada orang yang terindikasi agar dicek. Ceknya di rumah sehat, puskesmas, di situ peran puskesmas atau pemerintah harus melayani seperti kesediaan obat, dan pendeteksianya juga perlu kita perhatikan jika di dua puskesmas saja sudah ada 70 terduga itu sudah bisa dikalkulasi,” pungkasnya. 

AGUS SUGIANTO

 

Loading Komentar....
loading...